src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Kadiskes Kaltim Pastikan Virus COVID-19 di Kaltim Masih Varian Omicron

Kadiskes Kaltim Pastikan Virus COVID-19 di Kaltim Masih Varian Omicron

2 minutes reading
Tuesday, 16 May 2023 22:38 213 Muhammad Yamin

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin memastikan, COVID-19 yang ada di Kaltim saat ini adalah virus jenis Omicron.

Kepastian tersebut didapatkannya dari hasil pemeriksaan sampel penderita COVID-19 yang beberapa waktu lalu dikirim ke labolatorium Universitas Mulawarman (Unmul).

“Waktu lalu kan sampel-sampel yang dikirim ke lab Unmul diperiksa dan hasilnya sudah keluar, sudah ada. Jadi, COVID-19 yang ada di Kaltim ini adalah jenis virusnya masih Omicron,” ujarnya saat dihubungi Headlinekaltim.co, Selasa malam 16 Mei 2023.

Dihubungi terpisah, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak mengatakan, pihaknya sendiri belum menerima laporan hasil pemeriksaan sampel dari Dinas Kesehatan Kaltim mengenai jenis virus COVID-19 yang terus menyebar di masyarakat Kaltim.

“Saya belum dapat laporan terbaru,” katanya.

Sementara itu, ditanyakan mengenai penyebab kembali meluasnya penularan COVID-19 di masyarakat Kaltim saat ini yang disebabkan karena banyaknya warga asing yang masuk ke Kaltim melalui jalur laut, dikatakan Andi bahwa, pendatang warga negara asing yang masuk ke Indonesia, Kaltim khususnya dari jalur laut maupun udara sebelumnya telah dipastikan mengikuti protokol karantina,guna mendeteksi sedini mungkin adanya virus COVID-19.

“Kedua jalur masuk tersebut untuk dari luar negeri ada protokol kekarantinaan yang dilakukan oleh KKP. Artinya sama-sama dilakukan screening,” tutupnya.

Sebagai informasi, data infografis COVID-19 yang dirilis Dinas Kesehatan Kaltim pada 15 Mei 2023 kemarin mencatat, ada penambahan kasus positif baru sebanyak 20 kasus. Jumlah pasien yang sembuh mengalami peningkatan, yakni sebanyak 27 orang. Sedangkan yang dirawat 7 orang.

Terbanyak kasus baru COVID-19 berasal dari Balikpapan sebanyak 6 kasus, Kubar, Kukar masing-masing sebanyak 3 kasus, Berau, Kutim, Paser masing-masing 2 kasus, Bontang dan Samarinda masing-masing 1 kasus.

Penulis : Ningsih

LAINNYA
x