src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kades Jembayan Tengah, Masnur, saat menunjukan kondisi bangunan, yang dipakai untuk belajar SMP 9 Terbuka.(sumber : Andri)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Berlatar belakang profesi sebagai guru, Kades Jembayan Tengah Kecamatan Loa Kulu, Masnur sedang berjuang keras, agar desa yang dipimpinnya, bisa ada SMP permanen.
Saat ini, lulusan SD di Jembayan Tengah melanjut sekolah ke SMPN 9 Loa Kulu dan SMPN 1 Loa Kulu yang sama-sama berjarak hampir 9 kilometer.
“Sebagian besar lainnya, bersekolah di SMP Terbuka 9 Loa Kulu,” sebut Masnur, Selasa 19 September 2023.
Kades perempuan ini, bercerita kepada Headlinekaltim.co sambil melihat secara langsung, tempat anak bersekolah yang masih berada di areal kantor Desa Jembayan Tenggarong.
“Belajar mengajar SMP Terbuka 9 menggunakan eks kantor LSM FPMLK Jembayan Tengah, yang kondisi kian memprihatinkan,” ungkapnya.
Dirinya merinci, Sebanyak 70 siswa yang belajar di SMP terbuka tersebut, dengan kondisi peralatan seadanya, siswa harus berlesehan serta kondisi bangunan berbahan kayu, yang sudah banyak yang bolong dindingnya.
Kalau ujian berlangsung, siswa harus rela menuju SMP Negeri 9 Loa Kulu yang berada di Jalan Lebaho Lais desa Jembayan Dalam, yang jaraknya hampir 9 Km.
“Pernah jalan poros Lembonang longsor, siswa terpaksa ujian melewati jalan milik perusahaan batu bara menuju Lebaho Lais,” ujarnya.
Dirinya tidak bisa membayangkan saat mendampingi siswa di tengah operasional kendaraan besar perusahaan. Ia hanya bisa berdoa, agar siswa tidak ada yang alami kecelakaan di jalan tambang.

Hampir dua tahun jabat Kades Jembayan Tengah, dirinya semangat ingin memperjuangkan agar berdiri SMP permanen, sudah ada lokasi hampir 2 hektar yang disiapkan pihak Pemdes, untuk bangun sekolah. Dirinya menilai sangat wajar wilayahnya punya SMP, karena desa dan sekitarnya, terdapat empat SD.
“Tanah yang kami siapkan berlokasi di RT.3 Dusun Selingsing,” ujarnya.
Lokasi tersebut, sudah sebagian kecil dilakukan penimbunan tanah, karena dalam kondisi rawa. Masih banyak diperlukan penimbunan tanah. Dirinya akan berusaha ada penambahan urukan di akhir tahun melalui biaya desa.
“Lebih bagus lagi, dibantu pihak kecamatan dan kabupaten khususnya Disdikbud Kukar, karena jika mengandalkan pembiayaan desa, akan terasa berat untuk mewujudkan,” paparnya.(Andri)