22 C
Samarinda
Friday, September 17, 2021

Jl Patimura Ditutup, Jalur Alternatif Legendaris Ini Kembali Diakses Warga

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Akses Jalan Pattimura, yang menghubungkan Kecamatan Samarinda Seberang- Palaran, Kota Samarinda ditutup pascalongsor parah, Kamis 3 September 2020, kemarin.

Kini, warga di dua Kecamatan itu ada yang mengalihkan kendaraannya ke jalur alternatif Gunung Butun atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gunung RCTI.

Di era tahun 90-an, jalur ini adalah satu-satunya akses jalan darat yang digunakan warga bolak-balik Palaran-Samarinda Seberang.

Namun, tahun 2000-an, jalan itu sudah jarang dilewati pengguna kendaraan. Pengendara lebih memilih melintas di jalan yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi Kaltim, yaitu jalur Jalan Pattimura-Jalan Ampera sekarang.

Dari pantauan di lapangan, akses jalan Gunung RCTI sangat memprihatinkan. Jalan rusak, aspal sudah hampir tidak terlihat, becek ketika hujan dan jalan menyempit dikarenakan jalan berubah bak hutan karena ditumbuhi pepohonan dan rumput. Ditambah lagi tidak fasilitas penerangan jalan plus sepi.

Sejak ditutupnya akses Jalan Mangkupalas, ada saja beberapa pengguna kendaraan roda yang mencoba melewati jalur Gunung RCTI ini. Tak sedikit dari mereka yang terpaksa kembali setelah sampai di pertengahan jalan, karena kondisi jalan rusak.

“Bahaya, jalannya becek, licin. Lebih baik memutar saja,” ucap Ramli (27) warga yang bermukim di Perumahan Palma pada Headlinekaltim.co, Jumat 4 September 2020.

Lurah Mangkupalas Muhammad Noor saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan, akses jalur gunung RCTI masih dapat dilalui kendaraan. Namun, hanya kendaraan roda dua.

“Kondisi sekarang ini saya kurang tahu. Tapi ada informasi relawan kami kalau mobil sudah tidak bisa lewat disana, jalannya rusak, kalau motor masih bisa lewat,” katanya.

Muhammad Noor mengimbau pada pengguna kendaraan yang tetap ingin melintas di gunung RCTI agar lebih berhati-hati. Ia menganjurkan pengguna jalan untuk memilih jalur lain, seperti jalur stadion Palaran Simpang Pasir.

“Lebih baik memutar ke arah stadion atau Jembatan Mahkota lebih aman,” pungkasnya.

Penulis : Ningsih

Komentar

- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU

Komentar