Beranda Berita Kutai Kartanegara ISBI Kaltim Tinggal Andalkan Bantuan Dikti, Wayan: Sulit Berharap Pemprov Lagi

ISBI Kaltim Tinggal Andalkan Bantuan Dikti, Wayan: Sulit Berharap Pemprov Lagi

ISBI Kaltim Tinggal Andalkan Bantuan Dikti, Wayan: Sulit Berharap Pemprov Lagi
Koordinator rintisan ISBI Kaltim I Wayan Dhana (tengah), saat mewisuda mahasiswa ISBI Kaltim, September 2020.

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Keberlanjutan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kalimantan Timur (Kaltim) ada di tangan Pemprov Kaltim. Kampus ini sejak 2019, sudah tidak lagi menerima mahasiswa baru.

Koordinator rintisan ISBI Kaltim I Wayan Dhana, pendamping dari ISI Jogjakarta menyebut dengan jelas, pemprov tidak mau lagi mengucurkan beasiswa jika ISBI memaksakan untuk menerima mahasiswa baru.

“Pemprov Kaltim hanya berani menanggung beasiswa untuk mahasiswa lama saja, yang menyisakan dua angkatan, yaitu tahun 2017 dan 2018. Masih tersisa 140 orang lagi, dari total empat jurusan,” ucap Wayan, Sabtu 23 Januari 2021.

Bukan hanya tidak lagi memberikan beasiswa untuk mahasiswa baru. Dana operasional kampus juga belum ada kejelasan, apakah pemprov mau bantu atau tidak.

Advertisement

Menurut arahan Dirjen Dikti , untuk urusan operasional ISBI menjadi tanggungan pemerintah daerah.

“Kami masih bisa berjalan sekarang, Kementerian masih membantu operasional sebesar Rp 800 juta di tahun 2020,” jelasnya.

Bagaimana untuk operasional tahun 2021? “Ini masih tanda tanya, apakah bisa dibantu lagi oleh Kementerian Dikti atau tidak, kami akan berjuang terus. Jika tidak ada biaya operasional kasihan juga, bagaimana kita membayar honor dosen,” sambungnya.

Wayan menyebut, ISBI Kaltim punya 16 dosen, empat di antaranya dosen honor tidak tetap yang mendapatkan upah sebesar Rp 3,5 juta per bulannya. “”Sisanya, dosen yang diperbantukan dari ISI Jogjakarta dan Solo, ” jabarnya.

Baca Juga  Stop Terima Mahasiswa Baru, DPRD Kaltim Akan Panggil Manajemen ISBI

Wayan memastikan, saat ini proses perkuliahan masih berjalan normal. Hanya karena masih pandemi COVID-19, maka perkuliahan dilakukan secara online.

Itu sebabnya, terang dia, gedung ISBI yang masuk dalam komplek museum Mulawarman Tenggarong ikut tutup.

Soal keberlangsungan ISBI Kaltim, Wayan mengaku tidak bisa berharap banyak lagi dengan Pemprov Kaltim. Sudah terlalu sering pihaknya mendapat janji tapi tidak terwujud juga.

Apa yang dialami ISBI Kaltim, lanjut dia, senasib dengan ISBI Sulsel. Wayan mengaku sempat merasakan dukungan besar saat era Gubernur Awang Farouk Ishak (AFI).

“Semua itu, tergantung Pemprov Kaltim, apakah mau lanjut atau tidak, kami dari ISI siap mendampingi. Kami harus terus memotivasi mahasiswa yang masih tersisa, mengingat semangat mahasiswa sudah mulai drop terkait persoalan yang dialami ISBI, ” pungkasnya.

Penulis: Andri
Editor: MH Amal

Komentar