src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Irjenad Letjen Richard Tampubolon (berkaca mata) saat meninjau lokasi TMMD. (Andri)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG- Saat meninjau secara langsung pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) 2022 di Desa Panca Jaya Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara, Inspektur Jenderal Angkatan darat (Irjenad) Letjen TNI Richard Tampubolon berharap Kukar tetap menjadi lumbung pangan di Kaltim.
“Sebanyak 40 persen kebutuhan pangan di Kaltim berasal dari Kukar, ” sebut Letjen Richard usai memantau lokasi TMMD dengan menggunakan motor trail bersama Kasdam VI Mulawarman Brigjen TNI Ibnu Bintang Setiawan, Sekda Kukar Sunggono, dan unsur Forkopimda Kukar.
Salah satu upaya mempertahankan lumbung pangan di Kaltim adalah dengan hadirnya TMMD di Panca Jaya karena desa tersebut sudah terkenal sebagai lumbung pangan di Kukar. Program TMMD yang dijalankan Kodim 0906 Kukar bersifat fisik dan non fisik.
Yang bersifat fisik, sebut Richard, seperti pembuatan turap sepanjang 800 meter, membuat jalan usaha tani sepanjang 8 Km, dan pembuatan tempat sampah. Sedangkan untuk kegiatan nonfisik, bersifat penyuluhan kesehatan serta bahaya peredaran Narkoba, sosialisasi wawasan kebangsaaan dan program lainnya.
“Saya yakin program ini tidak akan sia-sia karena sudah ada hitungan mampu menaikkan pendapatan senilai Rp 2,4 miliar per tahunnya. Saya bangga dengan program TMMD di Kukar,” jelasnya.
Dandim Kukar Letkol Inf Jeffry Satria menyebut, TMMD di Panca Jaya sudah berlangsung selama tiga minggu dan menyisakan dua minggu lagi. Beberapa program sudah berjalan dan ditargetkan bisa tepat waktu.
Dandim memastikan untuk program lanjutan bernama program karya bhakti tetap saling bersinergi antara TNI AD dengan Pemkab Kukar.
“Sasaran TMMD meningkatkan sektor pertanian, sebagai upaya mendukung program Pemkab Kukar dalam pengembangan pertanian berbasis kawasan,” ucapnya.
Sekda Kukar Sunggono menyebut di RPJMD Kukar periode 2021-2026 tertuang program transformasi pendapatan daerah dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui ke sumber daya yang bisa diperbaharui seperti pertanian.
“Makanya, TMMD ini sudah sesuai dengan program Pemkab Kukar, mengembangkan pertanian berbasis kawasan. Ini yang kami banggakan, dapat dukungan dari TNI, ” pungkasnya.
Penulis: Andri