src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Rilis akhir tahun Polres Berau. (Foto: Ist)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto memaparkan capaian kinerja dan kejadian gangguan kamtibmas sepanjang Januari – Desember 2025. Hal ini sebagai bentuk transparansi dan keterbukaan Polri kepada masyarakat.
Jumlah gangguan kamtibmas yang terjadi pada tahun 2025 sebanyak 435 kejadian. Sementara, pada tahun 2024 sebanyak 485 kejadian. Mengalami penurunan sebanyak 50 kejadian atau 10,31 persen. “Terjadi penurunan angka kriminalitas dibanding tahun 2024, meski masih ada beberapa kasus yang tetap menjadi perhatian,” jelasnya pada Rabu, 31 Desember 2025.
Di sisi lain, kasus narkotika justru mengalami kenaikan. Pada 2024 terdapat 118 kasus, sementara pada 2025 menjadi 124 kasus. Adapun total barang bukti narkotika jenis sabu seberat 13.877,55 gram, ganja seberat 47,44 gram, dan LL sebanyak 18.640 butir.
Kasus menonjol lainnya yang terjadi tahun 2025 yakni pencurian dengan pemberatan (curat) 48 kasus, curanmor 8 kasus, judi 4 kasus, sengaja menimbulkan kebakaran 2 kasus, pembunuhan 2 kasus, perkosaan 1 kasus, penganiayaan berat 1 kasus, serta membahayakan keamanan umum 1 kasus.
AKBP Ridho menyampaikan, angka kecelakaan lalu lintas meningkat signifikan. Pada 2024 terdapat 33 kasus, sedangkan 2025 naik menjadi 55 kasus. Korban meninggal dunia meningkat dari 11 orang menjadi 26 orang. Korban luka berat naik dari 21 menjadi 46 orang, sementara luka ringan naik dari 9 menjadi 15 orang. “Korban laka lantas didominasi karyawan swasta hingga pelajar, sehingga ini harus jadi perhatian bersama,” ucapnya.
Polres Berau juga memetakan waktu paling rawan terjadinya kejahatan, paling tinggi terjadi pada pukul, 15.00–17.59 Wita, 18.00–21.00 Wita, dan 21.00–24.00 Wita. Lokasi paling dominan yakni, perumahan warga atau pemukiman, jalan umum dan perkantoran. “Kami imbau masyarakat agar dapat meningkatkan kewaspadaan pada jam-jam tersebut,” ucapnya.
Tercatat, aktivitas penyampaian pendapat di muka umum atau unjuk rasa juga meningkat. Pada 2024 tercatat 28 kegiatan, sedangkan pada 2025 jumlah rencana aksi meningkat menjadi 71 kegiatan, dengan 35 aksi terlaksana dan 36 batal karena mediasi.
Selain menjaga kamtibmas, Polres Berau juga terlibat dalam program strategis nasional seperti program ketahanan pangan penanaman jagung di Kabupaten Berau. (Riska)