Beranda Peristiwa Gara-Gara Utang, Nyawa Melayang

Gara-Gara Utang, Nyawa Melayang

Gara-Gara Utang, Nyawa Melayang
Polres Berau menunjukkan pelaku dan barang bukti. (Foto: Sofi/headlinekaltim.co)

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNGREDEB – Gara-gara utang, nyawa melayang. AS (25) karyawan PT BKL tewas di tangan rekan satu mes karena masalah utang sebesar Rp 800.000. Kejadian pada Selasa 16 Februari 2021 sekitar pukul 22.00 WITA.

Kasat Reskrim Polres Berau, AKP Ferry Putra Samodra mengatakan, AS meminjam uang pada rekannya AM (24). “Jadi memang korban ini ditagih agar membayar utangnya oleh pelaku,” ujarnya, Rabu 17 Februari 2021.

AS ternyata tak terima dengan kata-kata yang dilontarkan oleh AM saat menagih utangnya. Pria ini tersinggung dan dalam pengaruh minuman keras. Di depan mes PT BKL, Kampung Punan Malinau, Kecamatan Segah, Berau, AS berteriak-teriak memanggil pelaku agar keluar dari dalam mes.

Pelaku juga sedang minum-minuman keras bersama dua rekannya yakni HE (27) dan IL(25) di mes milik mandornya. Berdasarkan keterangan dihimpun, AS juga sempat melemparkan parang yang dibawanya kepada AM dan mengajak berduel.

Advertisement

Tak terima dengan kelakuan korban, AM yang saat itu berada di kamar mandornya lantas masuk ke dalam dan mengambil parang. “Ada aksi, pasti ada reaksi. Nah ini yang terjadi kepada mereka,” katanya.

Dengan sebilah parang, AM  langsung menyerang AS secara membabi buta. Rekan mereka, IL (25) berupaya untuk melerai perkelahian itu.

Naas, IL pun tak luput dari amukan AM yang sudah terlampau emosi. Dia terkena tebasan parang  di punggungnya. Sementara, korban AS bersimbah darah dengan beberapa luka bacokan. Mulai dari kaki, dada, tangan hingga kepala hingga tewas.

Baca Juga  Jasad Armansyah Ditemukan 500 Meter dari Lokasi Terjun

Setelah menghabisi nyawa AS, pelaku sempat menghilang. Namun, sekira pukul 08.00 WITA, pada Rabu 17 Februari 2021, AM langsung menyerahkan diri ke kantor PT BKL dengan berjalan kaki. “Pelaku langsung dijemput oleh personel Polres Berau,” tuturnya.

Saat ini, AM telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia disangkakan pasal tindak pidana pembunuhan 338 KUHP subsider Pasal 351, dengan ancaman pidana di atas 15 tahun.

Penulis: Sofi

Editor: MH Amal

Komentar