23 C
Samarinda
Thursday, February 2, 2023

Gadis 14 Tahun Dibunuh, Sudah Tewas Masih Diperkosa Pelaku

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG –warga Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara heboh. Gara-garanya, pada Senin 21 Februari 2022 ditemukan mayat anak perempuan berumur 14 tahun berinisial AM yang dibunuh oleh tetangganya sendiri berinisial SA (37).

Sadisnya lagi, tidak puas membunuh, SA juga memperkosa mayat korban. Untuk menghilangkan jejak, dia mengubur mayat gadis itu di dalam lumpur.

Tersangka pembunuhan. (ist)

“Kasus berat ini sudah berhasil kita ungkap dengan tersangka SA, ” jelas Kapolres Kukar AKBP Arwin Amrih Wientama, melalui Kapolsek Samboja, AKP Adyama Baruna Pratama, Selasa 22 Februari 2022 siang kepada Headlinekaltim.co.

Kapolsek menuturkan pembunuhan yang terjadi di Kelurahan Amborawang Darat RT 11 bermula saat ayahanda AM mendatangi Polsek Samboja pada Minggu 20 Februari 2022 pada pukul 14.00 WITA.

Dia melaporkan kondisi anaknya yang tidak pulang sejak pagi hari. “Pengakuan bapaknya, AM keluar rumah pada pukul 09.00 WITA, ” ucap Adyama.

Keesokan harinya, jajaran Polsek Samboja dibantu RT dan warga sekitar mencari gadis malang tersebut.

Rupanya, tersangka SA berpura-pura membantu mencari AM. Polisi dibuat curiga dengan gelagat SA yang membantu hanya pada satu lokasi tertentu.

Dia terlihat seperti orang gugup saat berada di dekat kubangan lumpur. Gaya bicaranya semakin mencurigakan ketika dia tiba-tiba buru-buru pamit dan mengaku ingin buang air besar.

Posisi rumah SA hanya 60 meter saja dari lokasi penemuan mayat korban. Kecurigaan polisi mengarah padanya dan diinterogasi.

“Akhirnya kami intrograsi kembali ke SA.  Dia mengaku telah memukul AM dengan balok hingga tewas, kemudian diperkosa dan di kubur ke kubangan lumpur. Lalu ditimbun semen dan batu,” ungkap Kapolsek.

Berdasarkan pengakuan sementara, SA  melakukan hal keji itu hanya pelampiasan dendam dengan ayah korban.

“Pengakuannya dendam saja. Kami akan menanyakan langsung ke bapaknya AM, belum bisa dimintai keterangan, karena masih suasana duka, ” sebutnya.

Apakah SA mengalami gangguan jiwa hingga melakukan tindakan sadis itu? Sejauh ini, beber Kapolsek, tak ada indikasi mengarah pada gangguan kejiwaan.

“Sudah kita periksa yang bersangkutan, dan berdasarkan pengakuan tetangga dan temannya, SA tidak alami gangguan jiwa, ” tegasnya.

Pasal yang akan dikenakan kepada tersangka SA adalah UU perlindungan anak diperberat dengan menghilangkan nyawa seseorang atau kematian.

Penulis: Andri.                                      Editor: MH Amal

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

TERBARU

- Advertisement -