src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Evaluasi Dishub, Ini Catatan Komisi III DPRD Kaltim

Evaluasi Dishub, Ini Catatan Komisi III DPRD Kaltim

waktu baca 2 menit
Kamis, 8 Jul 2021 06:26 306 Muhammad Yamin

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Anggota Komisi III DPRD Kaltim Sarkowi V Zahry meminta agar Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim untuk meningkatkan daya serapannya, mengingat tidak lama lagi pembahasan APBD Perubahan tahun anggaran 2021 akan segera dimulai.

“Alasan yang mereka (Dishub Kaltim, red) sampaikan terkait minimnya serapan karena ada perubahan sistem antara keuangannya yang memakai Simda. Juga kegiatannya memakai SPID. Tapi kan itu memang di semua dinas mengalami itu. Paling tidak dengan waktu yang ada ini seharusnya bisa bergerak lebih cepat untuk masa penyesuaian sistem lama,” terangnya usai mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dishub Kaltim di ruang rapat Gedung E lantai 1 Kantor DPRD Kaltim.

Dikatakan politisi partai Golkar ini, Komisi III DPRD Kaltim dalam wewenangnya melakukan evaluasi daya serap anggaran di Dishub. Yang mana dari anggaran APBD Murni tahun anggaran 2021 realisasi anggaran baru mencapai Rp 10 miliar dari total anggaran Rp 58 miliar atau ekuivalen 18 persen.

“Mereka (Dishub Kaltim, red) berjanji dalam waktu yang ada ini akan melakukan realisasi itu. Jadi ada yang masih tahap lelang dan ada yang macam-macam. Jadi apa yang menjadi kendala program itu agar segera diselesaikan,” katanya.

Masih lanjut Sarkowi V Zahry, pihaknya juga meminta Dishub Kaltim untuk menyusun laporan kegiatan ke depan yang disesuaikan dengan visi misi Gubernur.

“Kami juga minta dalam menyusun program ke depan, mereka melaporkan rencana anggaran perubahan. Supaya dalam menyusun program kerja itu mereka melihat visi dan misi Gubernur. Jadi kelihatannya banyak anggaran mereka itu sikapnya studi-studi. Sedangkan kami maunya kalau membuat perencanaan itu nyambung dengan realisasinya,” terangnya.

“Kalau mengadakan rapat dengan Komisi III, misalnya mengajukan DED ini atau studi ini, ini follow up-nya apa sampai terwujud. Misalnya lagi, ada studi tentang kereta api. Nah ini apakah mendesak studi tentang itu? Apakah mendesak kita membangun kereta api? Jadi kita ingin kembalikan ke program prioritas,” tutup Sarkowi V Zahry. (Advetorial)

Penulis : Ningsih

LAINNYA
x