src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Era Banjir Informasi, Pentingnya Menguatkan Literasi

Era Banjir Informasi, Pentingnya Menguatkan Literasi

2 minutes reading
Monday, 9 Feb 2026 16:47 119 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Jurnalis senior Kaltim, Felanans Mustari mengakui, penyebaran informasi di masyarakat di era digital menjadi tantangan berat. Informasi bohong dan menyesatkan terus bertebaran dan membahayakan tatanan sosial.

‎”Banyak informasi hoaks, media pers yang menyeimbangi. Kalau tidak diimbangi pemberitaan, bisa disintegrasi bangsa,” ucapnya, Senin 9 Februari 2026, saat mengisi Diskusi Publik Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kampus Unikarta.

‎Menurutnya, peran pers saat ini lebih mudah mengawasi kebijakan pemerintah karena bagian dari pilar demokrasi selain eksekutif, legislatif dan yudikatif. ‎”Pemerintah itu, segala fasilitasnya A-Z bersumber dari uang pajak rakyat, insan pers berhak mengawasinya,” terangnya.

‎Fel berbagi tips terhindar misinformasi dan disinformasi. Salah satunya dari dalam diri sendiri. Meningkatkan literasi, semakin banyak baca buku dan berita, maka tidak mudah terpengaruh hoaks. Terlebih lagi, media sosial bebas menyebarkan informasi. ‎”Sedangkan kami di media, tidak bisa sembarangan membuat berita karena terikat kode etik jurnalistik,”jelasnya.

‎Sejarawan Publik, Muhammad Sarip yang turut pembicara mengatakan literasi sejak dulu punya dampak besar untuk masyarakat. Prasasti Yupa di Muara Kaman menjadi sumber tertulis tentang peradaban di Kaltim.‎”Kita tahu sejarah Mulawarman karena ada bukti tulisannya,” ungkapnya.

Negara yang maju masyarakatnya karena mempertahankan tradisi tulis menulis. ‎”Orang kritis itu tidak sembarangan menyebar informasi, kalau yang sering share atau cepat nanggapi sesuatu di medsos IG atau Tiktok, malah itu ciri orang literasi lemah,” ujarnya.

‎Sarip mengaku lebih percaya dengan informasi yang di-share oleh media pers. Alasannya, kalau di media pers banyak proses yang harus dilewati, melalui Pimred atau redaktur sampai ke editor, sehingga menjadi info berkualitas. ‎”Cek sumber informasinya dari mana, baca sampai tuntas, berita yang lain bandingkan, jadi tidak termakan hoaks,” jelasnya.(Andri)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x