src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Muslik. (Foto: Andri)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Di ba APBD Perubahan Kukar 2023, Dinas Kelautan dan Perikanan(DKP) Kukar mendapatkan tambahan dana sebesar Rp 192 miliar, tapi kena pangkas sebesar Rp 17 miliar.
“Karena kena pangkas, jadi sisa Rp 175 miliar yang akan kita belanjakan,” sebut Kepala DKP Kukar, Muslik, Kamis 24 Agustus 2023.
Muslik mensinyalir, pemangkasan imbas dari proyeksi APBD Perubahan Kukar 2023, yang awalnya Rp 12 triliun lebih, ditetapkan menjadi Rp 11,8 Triliun.
Dari anggaran sebesar Rp 175 miliar tersebut akan dibelanjakan untuk beberapa program.
“Seperti program pengentasan kemiskinan sebesar Rp 42 miliar, dan sebesar Rp 21 miliar digunakan penyaluran Bantuan Langsung Tunai(BLT), serta sisanya penanganan dampak inflasi,” ucapnya.
Penanganan dampak inflasi, jabar Muslik, untuk penyaluran subsidi BBM serta subsidi kenaikan pakan ikan. Subsidi diharapkan membantu para nelayan yang belum sejahtera.
“Subsidi yang kita berikan sebesar Rp 250 ribu perbulannya,” ucapnya.
Karena terjadi pemangkasan, penyaluran BLT subsidi yang tadinya direncanakan selama 6 bulan, diberikan hanya 5 bulan saja. Untuk penerimaan BLT nelayan mencapai puluhan ribu nelayan.
“Sebanyak Rp 25 ribu nelayan pra sejahtera yang kita bantu, baik dari nelayan tangkap dan budidaya,” pungkasnya.
Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin mengklaim, bantuan untuk nelayan prasejahtera masuk program dedikasi Kukar Idaman guna pengentasan kemiskinan di Kukar.
“Kita targetkan, tahun depan penurunan angka kemiskinan di Kukar bisa alami penurunan drastis,” jelasnya.(Andri)