src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Dinkes Kaltim Kejar Capaian Vaksinasi Antisipasi Lonjakan COVID-19

Dinkes Kaltim Kejar Capaian Vaksinasi Antisipasi Lonjakan COVID-19

2 minutes reading
Thursday, 7 Jul 2022 15:16 383 Muhammad Yamin

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim Setyo Budi Basuki mengakui, dengan masifnya peningkatan kasus COVID-19 di pulau Jawa saat ini, akan merembet ke Kaltim pada beberapa pekan ke depan.

“Kondisi di pulau Jawa hari ini tinggi. Surabaya, Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten sudah semakin tinggi COVID. Kaltim sendiri mudahan tidak sampai, tapi itu juga sulit. Mudahan kita bisa tetap mematuhi protokol kesehatan, kita bisa mengejar vaksinasi. Sehingga kalau menang terjadi peningkatan, tidak setinggi tahun sebelumnya. Harapannya keparahan semakin rendah, sehingga tidak banyak masyarakat yang menderita, di rawat di rumah sakit,” ujarnya, ditemui usai kegiatan evaluasi Imunisasi Anak Nasional tahun 2022, Rabu kemarin.

Dikatakannya, walaupun Kaltim masuk peringkat ke 5 nasional atas cakupan vaksinasi COVID-19, namun perlu upaya keras untuk meyakinkan pemerintah pusat untuk dapat mengalokasikan vaksin dan boster ke Kaltim.

“Vaksinasi COVID kita di peringkat 5 nasional. Walaupun di awal kami sempat berdebat dengan pusat untuk bisa mengakses vaksin, karena kuota Kaltim selalu sedikit, seperti kuota bahan bakar. Sedang perhitungan dengan jumlah penduduk tak berimbang, jumlah vaksin yang dikirim sangat terbatas. Kita pernah memohon ke pusat untuk kuota tambahan, tapi tidak direspon,” terangnya.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim bersama dengan Badan Intelejen Negara Daerah (BINDA) dan Badan Intelejen Negara (BIN) telah melakukan rapat untuk peningkatan program cakupan vaksinasi.

“Kita sudah koordinasi dengan yang ada, baik BINDA kabupaten/kota, BIN. Ini sedang berproses mengajukan vaksin, karena memang agak terlambat distribusi yang kami terima, padahal permintaan kabupaten tinggi,” katanya.

Setyo Budi Basuki mengatakan, hari ini akan ada kiriman vaksin pfizer dari pusat. Nantinya vaksin tersebut akan langsung didistribusikan ke kabupaten/kota untuk mengejar kekurangan vaksin.

Ditanya mengenai virus jenis apa yang dialami oleh sejumlah warga Kaltim yang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19 dalam sebulan terakhir, Setyo Budi mengatakan pihaknya hingga saat ini belum menerima hasil labolatorium mengenai sampel virus penderita.

“Sampai ini kalau kita bicara ada varian baru, maka saya jawab tidak, karena secara data kami belum terima hasil labnya. Tapi terlepas dari varian baru atau tidak, kita sudah tahu perilaku COVID menginfeksi yang lain. Jadi harus protokol kesehatan, percepatan vaksin dan boster,” tutupnya. (Ngh/Adv/Kominfo)

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x