25.1 C
Samarinda
Saturday, July 2, 2022

Dinkes Kaltara Dorong Pengembangan Obat dan Jamu Tradisional Sesuai Visi Gubernur

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG SELOR–Program Pelayanan Kesehatan Tradisional Dinas Kesehatan Kalimantan Utara merupakan program selaras dari Kementerian Kesehatan RI yang memiliki misi untuk memanfaatkan dan mengembangkan teknik dan olah pikir serta pemanfaatan tumbuh – tumbuhan berkhasiat melalui uji empiris untuk pengobatan dan menjaga stamina tubuh, khususnya di masa pandemi.

Ini juga selaras dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara periode 2021-2024 yang mengutamakan kearifan lokal dalam berbagai sektor, termasuk sektor kesehatan. Dimana visi Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang dan Wakil Gubernur Kaltara Yansen TP adalah Berubah, Maju dan Sejahtera.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara turut serta menggandeng pengusaha lokal yang memanfaatkan tanaman khas kalimantan untuk diolah menjadi jamu siap minum. Tidak perlu repot – repot lagi, mencari tumbuhan kedalam hutan, mengupas, menjemur bahan, membersihkan dan memasak.

Terobosan produk jamu dari pengusaha lokal di Kaltara ini di bawah pembinaan Dinas Kesehatan melalui Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan. Produk ini belum diberi nama.

Menurut Kabid Yankes Dinkes Kalimantan Utara Dedy Prasetya Noor SKM MM, bahan jamu dari pengusaha lokal ini dibuat dari tumbuhan hutan yang telah diteliti di beberapa universitas ternama Indonesia mengenai manfaat dan khasiatnya.

“Tumbuhan yang ada di sekitar kita sangat banyak macam dan kegunaannya, hanya saja masyarakat luas belum mengetahui cara pemanfaatannya serta khasiatnya,” ungkapnya.

Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui betapa kayanya alam Kaltara ini yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari secara arif dan bijaksana, lanjut Dedy.

Ia menambahkan, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara berencana untuk dapat membangun Griya Sehat sebagai tempat pelayanan kesehatan alternatif yang bermutu dan sesuai standar dari Kemenkes RI.

Kemudian, pembangunan sentra pengembangan dan penerapan pengobatan tradisional yang di dalamya merupakan pusat penelitian tentang pengobatan tradisional dan obat tradisional.

“Diharapkan akan muncul penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat Kaltara dan mahasiswa terkait teknik dan tanaman obat tradisional khususnya obat khas Kaltara,” ulasnya.

Selain itu, pemanfaatan tanaman obat tradisional dapat mengurangi angka kesakitan dengan menerapkan pengobatan yang bersumber dari tanaman obat yang telah dikenal minim efek samping daripada obat berbahan kimia.

Di sisi ekonomi, masyarakat pelaku usaha petani lokal tanaman obat akan mendapatkan dampak peningkatan pendapatan perekonomiannya dan pengguna konsumen akan dapat merasakan bahwa untuk mendapatkan kesehatan itu tidak semahal jika menggunakan jasa pengobatan konvensional.

“Harapannya, melalui program kesehatan tradisional ini bisa mendatangkan para investor yang ingin menanamkan investasinya berupa pabrik jamu di Kaltara,” pungkas dedy.

Saat launching produk yang direncanakan dihadiri Gubernur Zainal, para pelaku usaha menginginkan produk jamu mereka diberi nama atau merek oleh orang nomor satu di Kaltara.(hms)

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU