src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah. (Foto: Ist)
HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Anggota Komisi II DPRD Berau Agus Uriansyah menilai sejumlah retribusi yang digarap pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau belum optimal. Kinerja retribusi daerah masih jauh dari potensi sebenarnya.
“Jika dikelola dengan optimal, maka retribusi kita bisa menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Berau yang jauh lebih besar,” ungkapnya.
Menurutnya, sejumlah retribusi mulai dari parkir, pasar, jasa usaha, hingga pemanfaatan fasilitas umum seharusnya mampu berkontribusi lebih besar terhadap kas daerah. “Kalau penataannya belum tertib dan mekanismenya masih manual, angka yang kita terima tidak akan mencerminkan kondisi lapangan,” ungkapnya.
Agus mengatakan, beberapa titik retribusi kerap berjalan tanpa tata kelola yang jelas sehingga rawan kebocoran pendapatan, pendataan yang tidak akurat, hingga sistem pemungutan yang belum modern. “Ada yang harus dibenahi,” tegasnya.
Politikus Partai Perindo ini menuturkan perlu adanya pengawasan terhadap pihak ketiga maupun petugas pemungut retribusi. Selain itu, ia juga mendorong Pemkab Berau mempercepat digitalisasi seluruh layanan retribusi, pembenahan sistem, dan memperkuat basis data potensi retribusi. “Semakin cepat diterapkan, maka semakin besar peluang PAD Berau meningkat,” jelasnya.
Agus meminta Pemkab Berau untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap regulasi retribusi di Berau. “Karena peningkatan PAD bukan hanya soal angka, tetapi soal kemandirian fiskal daerah,” pungkasnya. (Adv32/Riska)