src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Pemkot Bontang Susun Rencana Penanggulangan Bencana 2025–2029, Siap Jadi Mitra Strategis IKN

Pemkot Bontang Susun Rencana Penanggulangan Bencana 2025–2029, Siap Jadi Mitra Strategis IKN

waktu baca 2 menit
Selasa, 17 Jun 2025 10:57 623 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat ketahanan daerah terhadap ancaman bencana melalui penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) 2025–2029. Proses penyusunan itu dimulai lewat Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Senin pagi (16/6/2025).

Kegiatan strategis ini diprakarsai oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur Forkopimda, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kaltim, Agus Tiannur, serta Kepala BPBD Kota Bontang, Usman.

Mewakili Wali Kota Bontang, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Lukman, secara resmi membuka diskusi yang menjadi tonggak penting perencanaan jangka menengah penanggulangan bencana di kota industri tersebut.

Dalam sambutannya, Lukman menekankan bahwa penyusunan RPB bukan sekadar formalitas dokumen, melainkan merupakan peta jalan yang krusial untuk menghadapi beragam risiko, baik bencana alam, non-alam, maupun teknologi, terutama di kawasan industri yang mendominasi wajah Kota Bontang.

“RPB menjadi sangat penting karena di dalamnya ada pembagian tugas lintas sektor, alur koordinasi, hingga rencana aksi terukur yang akan menjadi acuan jika bencana terjadi,” tegas Lukman.

RPB 2025–2029 juga dinilai sebagai elemen penting dalam mewujudkan visi besar Bontang sebagai kota industri dan jasa yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan—visi yang turut mendukung posisi strategis Bontang sebagai mitra Ibu Kota Nusantara (IKN).

Lukman menargetkan agar hasil FGD ini dapat melahirkan dokumen RPB yang aplikatif, bukan hanya sebatas narasi strategis, tapi mampu diturunkan ke kebijakan teknis seperti Rencana Kontingensi (Renkon), Rencana Operasi, hingga Rencana Pemulihan.

“Semua ini adalah bagian dari satu siklus manajemen penanggulangan bencana yang terintegrasi dan saling melengkapi,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa penguatan sistem kesiapsiagaan ini tak hanya memberi manfaat bagi warga Bontang, tetapi turut menopang ketahanan wilayah di sekitarnya seperti Kutai Timur dan Kutai Kartanegara.

Artikel Asli baca di rri.co.id

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

LAINNYA
x