Beranda POLITIK Debat Calon Wakil Wali Kota Digelar 10 November

Debat Calon Wakil Wali Kota Digelar 10 November

Tak Beri Formulir ABKWK ke Bawaslu, Firman Kami Taati Instruksi KPU - headlinekaltim.co
Ketua KPU Samarinda Firman Hidayat. (FOTO: Ningsih/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda bersiap menggelar debat terbuka perserta Pilkada Samarinda 2020 pada 10 November mendatang. Ini adalah putaran debat tahap kedua yang mempertemukan para calon Wakil Walikota Samarinda.

Ketua KPU Samarinda, Firman Hidayat mengatakan pihaknya masih akan melakukan rapat untuk membahas persiapan debat antarcalon Wakil Walikota Samarinda.

Dia menyebutkan untuk tempat pelaksanaan debat rencananya masih di tempat yang sama, yakni Hotel Mercure. “Prinsipnya sama seperti sebelumnya, kita pakai hotelnya bisa Mercure. Tim perumusnya juga tetap sama seperti sebelumnya,” ucapnya dikonfirmasi Headlinekaltim.co pada Jumat 30 Oktober 2020, sore.

Advertisement

Terkait dengan pertanyaan yang akan diberikan oleh masing-masing peserta debat, Firman menyebut hal itu tidak dapat disampaikan ke publik.

Namun, dia mempersilahkan bagi masyarakat yang ingin menyampaikan pertanyaan kepada peserta debat melalui email dengan mencantumkan KTP.

“Kalau misalnya ada masyarakat yang ingin bertanya, karena ini sifatnya bukan interaktif ya tapi lebih kepada tim perumus. Dipersilakan masyarakat untuk berkirim pertanyaan ke KPU, baik melalui fisik maupun elektronik untuk menitipkan pertanyaan,”  bebernya.

Pertanyaan-pertanyaan yang dititipkan oleh masyarakat, nantinya akan disampaikan kepada tim perumus. Untuk selanjutnya tim perumus akan mendesain pertanyaan-pertanyaan tersebut untuk disampaikan ke moderator.

Meskipun debat diikuti oleh calon wakil wali kota, terang dia, KPU tetap akan mengundang masing-masing Calon Wali Kota Samarinda.

Jumlah peserta yang hadir pun dibatasi, tidak lebih dari 50 orang. Yang terdiri dari KPU Samarinda sebanyak 5 orang, Bawaslu Samarinda sebanyak 2 orang, pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota beserta tim masing-masing 5 orang, kru TV 10 orang, panitia dan tim pengamanan. Ini untuk menghindari penyebaran COVID-19.

Pada pelaksanaan debat nanti, KPU Samarinda juga mencoba merancang dan melakukan beberapa evaluasi yang memungkinkan dimasukkannya pola debat baru. “Ini kami rancang beberapa evaluasi yang mungkin akan kami masukkan ke tim perumus, menyangkut pola debat terutama di sesi ke 5. Yaitu pertanyaan dari dan kepada sesama pasangan calon,” katanya.

“Ada usulan, bisa tidak misalnya yang memberi pertanyaan juga memberikan tanggapan atas jawaban yang disampaikan. Kalau kemarin kan, tanya lalu dijawab, selesai. Tapi tidak ada tanggapan dari si penanya. Ini bisa menjadi masukan, akan kami sampaikan ke tim perumus,” paparnya.

Walau demikian, rencananya pola yang akan digunakan tersebut harus tetap mengacu pada durasi waktu yang ditetapkan. Soal tema debat, Firman mengungkapkan masih seputar penanganan COVID-19 di Samarinda.

“Hari ini baru kami mau rapat, nanti kami bahas dulu untuk menentukan tema. Yang pasti tema masih sama, tentang narkoba dan penanganan COVID-19,” pungkasnya.

Penulis: Ningsih

Komentar