24.4 C
Samarinda
Wednesday, February 21, 2024

DDPI dan YKAN Gelar Pelatihan Modul Pembangunan Hijau Ke Calon Legislatif

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pesta demokrasi yang akan diselenggarakan pada 2024 menjadi ajang pembuktian arah pembangunan di Kalimantan Timur. Berbagai upaya pembangunan hijau yang telah dirintis sejak 2010 akan terus dijaga keberlanjutannya.

Salah satunya, upaya tersebut di lakukan oleh Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) Kalimantan Timur bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN). Dengan mengadakan pelatihan Modul Prinsip Pembangunan Hijau bagi Peserta Pemilu dan Pilkada 2024 yang berlangsung sejak 20 hingga 21 September 2023.

“Pelatihan dua hari untuk calon legislator ini merupakan upaya penting bagi Kalimantan Timur menjaga kesinambungan semangat pembangunan hijau,” ujar Ketua Harian DDPI Kaltim, Profesor Daddy Ruhiyat, pada 21 September 2023.

Adapun, perwakilan dari 18 partai yang terdaftar dalam Pemilu 2024 sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kaltim. Menyalurkan materi terkait pembangunan hijau dan pengarusutamaan gender dalam pembangunan hijau.

Para wakil rakyat atau legislator di Kaltim merupakan salah satu pemangku penting dalam memperjuangkan sejumlah kebijakan berwawasan hijau.

Beleid tersebut antara lain Master Plan Perubahan Iklim, Peraturan Daerah No. 7 tahun 2018 tentang Perkebunan Berkelanjutan, dan Peraturan Daerah No. 7 tahun 2019 tentang Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim.

Selain itu, kewenangan strategis wakil rakyat (legislator) adalah penganggaran (budgeting) dan pengawasan (controlling) jalannya pembangunan di daerah, termasuk isu lingkungan hidup dan perubahan iklim.

Menjelang Pemilu 2024, DDPI merasa perlu menyegarkan dan mempertajam kembali pemahaman tentang pembangunan hijau bagi para pengambil kebijakan tersebut.

DDPI memaparkan banyaknya capaian Kaltim, termasuk menandatangani perjanjian penurunan emisi dari deforestasi dengan total nilai sebesar 110 juta USD untuk menurunkan emisi setara 22 juta ton CO2eq.

“Nilai ini memang masih belum sebanding dibandingkan sumber daya yang telah dialokasikan dan digunakan selama beberapa tahun terakhir. Namun, setidaknya hal ini menjadi sebuah penghargaan dan pengakuan atas berbagai upaya penurunan emisi gas rumah kaca di Kaltim,” ucap Daddy.

Keberhasilan Pembangunan Hijau di Bumi Etam tidak terlepas dari upaya kolaborasi yang salah satunya diwujudkan dalam pengembangan Kesepakatan Pembangunan Hijau atau Green Growth Compact (GGC).

Program GGC ini mewadahi upaya para pihak dari berbagai sektor untuk berkomitmen dan berikhtiar dalam mewujudkan pembangunan rendah karbon serta berkesinambungan.
GGC dikembangkan oleh DDPI Kaltim dengan dukungan YKAN.

Hingga 2023 sudah ada 13 inisiatif model yang mewakili berbagai permasalahan pengelolaan di tingkat tapak, bentang lahan, bahkan yurisdiksi.

Disamping itu, YKAN berupaya mendorong lebih banyak dan lebih luas ruang percakapan tentang pembangunan hijau di dunia politik.

“Semakin sering isu ini dibahas, semakin banyak yang akan peduli,” kata Manajer Senior Program Terestrial YKAN Niel Makinuddin.

Sebab itu, kegiatan ini bertujuan untuk membekali kandidat legislator dengan isu pembangunan hijau.

“Kegiatan ini sebagai upaya membumikannya ke publik. Lantaran mereka akan menjadi juru kampanye pada tahun depan yang akan berinteraksi langsung dengan masyarakat,”pungkasnya.

Penulis : Puput

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

TERBARU

- Advertisement -