src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Cabai dan Daging Ayam Pengaruhi Inflasi di Kaltim

Cabai dan Daging Ayam Pengaruhi Inflasi di Kaltim

waktu baca 2 menit
Senin, 12 Apr 2021 16:35 258 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kaltim menggelar high level meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam rangka penguatan sinergitas Informasi pangan untuk menjaga stabilitas, ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga, Senin 12 April 2021.

Rapat dilaksanakan di ruang rapat Tepian 1 lantai 2 Kantor Gubernur Kaltim. Diikuti oleh seluruh pemerintah di lingkup kabupaten/kota se-Kaltim dan Kepala BI Perwakilan Provinsi Kaltim secara tatap muka dan virtual.

Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan, menjelang Ramadan dan Idulftri sering kali diikuti oleh kenaikan harga barang. Kondisi ini tentu akan berpengaruh karena Kaltim masih berada di masa pandemi COVID-19. Untuk itu ia berharap kepada TPID untuk dapat melakukan antisipasi, monitoring terjadinya potensi kelangkaan barang kebutuhan pokok.

Menurut Gubernur, penyebab terjadinya kelangkaan bahan pokok di masyarakat, karena stok pasokan barang tidak sesuai permintaan. Selain itu dipengaruhi jalur distribusi ke konsumen serta ulah spekulan nakal yang sengaja menimbun barang.

Untuk itu, Gubernur meminta kepada seluruh bupati dan wali kota di Kaltim untuk dapat mendukung alokasi APBD guna pengendalian inflasi, serta ketersediaan barang dan keterjangkauan harga pokok. Juga untuk dapat melakukan atau mengambil kebijakan penanganan COVID-19.

“Saya mengajak perangkat pusat dan daerah kabupaten/kota agar mencermati, melakukan langkah stabilitas harga bahan pokok di Kaltim. Harus melakukan koordinasi dengan cepat dan tanggap, apalagi di masa COVID. Lakukan perbaikan infrastruktur harga, kerjasama dengan melibatkan BUMD setempat,” pesan Gubernur Isran Noor.

Kepala BI Perwakilan Provinsi Kaltim Tutuk SH Cahyono menyebut, beberapa komoditas cenderung mengalami peningkatan harga sejak tiga tahun terakhir, yaitu cabe rawit, cabe merah dan ayam ras pedaging. Selain itu, komoditas yang terus mengalami peningkatan adalah telur ayam.

“Pemetaan BI, kenapa masih tinggi atas komoditi ini? Kita lihat cabe dan daging ayam dari sisi margin perdagangan adalah keuntungan yang dinikmati pedagang Katim relatif lebih tinggi, dibanding rata-rata nasional. Artinya, biaya untuk sampai di sini, bisa biaya dan keuntungan relatif lebih besar, dengan pola distribusi yang relatif panjang untuk komoditas ini,” terangnya.

Tutuk juga mengingatkan potensi banjir dan Lalina yang masih mengancam. Ini juga dapat berdampak pada distribusi bahan pokok, terutama komoditi beras.

“Produksi beras kita terbesar di Kukar, PPU dan Paser. Perlu kita waspadai panen berkurang, yang tentu akan mempengaruhi produksi,” katanya.

Penulis : Ningsih
Editor: MH Amal

LAINNYA
x