src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Berau Terapkan SECURE, Budi Daya Udang dan Kepiting yang Ramah Lingkungan

Berau Terapkan SECURE, Budi Daya Udang dan Kepiting yang Ramah Lingkungan

2 minutes reading
Tuesday, 9 May 2023 18:41 391 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO,TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau kaya akan hasil kelautan dan budi daya perikanannya. Saat ini, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan beberapa kelompok masyarakat khususnya di Kampung Pegat Batumbuk dan Kampung Teluk Semanting, tengah menggalakkan tambak Shrimp-Carbon Aquaculture (SECURE).

Kepala Dinas Perikanan, Dahniar Ratnawati mengatakan, tambak SECURE merupakan komitmen inovasi dari Dinas Perikanan sejak tahun 2017.

“Standardisasi udang yang memenuhi standar yang ramah lingkungan. Dengan memberikan percontohan dari 10 hektare menjadi 2 hektare secara tertata aliran airnya.
Kalau secara tradisional, aliran airnya tidak tertata,” ungkapnya.

Dikatakannya, program ini menjadi inovasi standarisasi budidaya tambak udang yang ramah lingkungan dan telah masuk kategori nasional.

Program tersebut sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 44 Tahun 2017 Tentang Pedoman Umum Budi Daya Perikanan di Kabupaten Berau.

“Terintegrasi pakan alami di perairan untuk menyuplai pakan bagi ikan, udang, hingga kepiting, dengan harapan membiarkan mangrove yang ada dan juga menata mangrove sehingga ramah lingkungan,” ucapnya

Program tersebut juga mendukung ekonomi biru yang berkelanjutan dengan memanfaatkan sektor perikanan, pariwisata, serta produk UMKM di Kabupaten Berau

“Jadi dari 10 hektare lahan menjadi 2 hektare tertata itu bisa terus meningkat. Tetapi, memang membutuhkan proses waktu yang cukup panjang,” tuturnya.

Sementara itu, Kasi Pengembangan Kawasan Dinas Perikanan Berau, Budiono mengatakan pihak dari YKAN juga sudah mengembangkan sebanyak 8 tambak SECURE di tiga lokasi yakni, Pegat Batumbuk, Suaran, dan Tabalar Muara.

“Harapannya nanti tidak ada eksploitasi mangrove, dan dapat terus meningkatkan produktivitas budidaya seperti udang bintik, kepiting, dan ikan bandeng,” bebernya.

Dijelaskannya, terkait biaya input yang dikeluarkan untuk tambak SECURE ini menghemat kurang lebih 80 persen, dan hanya menggunakan 20 persen lahan.

“Hal ini sangat efektif dan memang perlu proses. Sementara untuk revitalisasi tambak dengan pemetaan lahan 2 hektare itu juga memerlukan waktu,” pungkasnya.(#)

Penulis: Riska.

LAINNYA
x