24.4 C
Samarinda
Saturday, June 25, 2022

Berau Kaji Penggunaan Pesawat Amfibi, Tunjang Sektor Pariwisata Bahari

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB –Kabupaten Berau semakin serius menyiapkan sektor pariwisata. Sebagai daerah dengan potensi wisata bahari, daerah ini sedang menyiapkan penggunaan pesawat terbang amfibi berikut kawasan khusus pendaratannya.

Bahkan, Kepala Puslitbang Transportasi Udara Kemenhub, Capten Novyanto Widadi berkunjung ke Berau guna memastikan pemetaan waterbase pesawat amfibi.

“Kita akan mulai uji lapangan untuk menilai kelayakan serta potensi dan menganalisis faktor-faktor pendukung baik sarana prasarana maupun alamnya,” ucapnya.

Menurutnya, faktor yang paling utama ialah keselamatan, arah angin, ketinggian ombak, laut bersih dari sampah, karang, dan juga perlu diperhatikan pasang surut air laut.

“Kalau begitu surut jangan sampai pesawat terlalu dekat dengan karang karena akan menimbulkan kerusakan pada karang dan juga pesawatnya,” bebernya.

Kata dia, memang sebaiknya area landing bebas dari kegiatan nelayan baik tradisional maupun reguler. Luasan untuk pendaratan dan take off punya radius 1 kilometer x 1 kilometer.

“Itu bisa kita pasang pelampung yang diberi tanda atau bendera sehingga ini membutuhkan kerja sama masyarakat pemerintah daerah maupun aparat yang lainnya untuk menyosialisasikan untuk pembukaan waterbase ini,” ungkapnya.

Untuk kendala terbesarnya yaitu ketersediaan pesawat. Saat ini baru dua operator yang mengoperasikan pesawat amfibi.

“Kami berharap di wilayah Derawan dan Maratua ini banyak operator yang bisa masuk dan mengoperasikannya,” ucapnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Parawisata Berau, Masrani menyampaikan, potensi wilayah untuk landing di perairan Maratua ada di kawasan Bohe Silian dan Teluk Alulu.
Sebab, gelombangnya kurang.

Adapun di Pulau Derawan dilihat dari sisi utara dan selatannya berpotensi untuk waterbase. Begitu juga Teluk Sulaiman di daerah Biduk-Biduk, potensinya lebih memungkinkan lagi.

“Pesawat amfibi itu kapasitasnya 20 orang, dan untuk penerbangan reguler itu tarifnya berkisar Rp 600 ribu dari Tanjung Redeb ke Maratua dan sebaliknya,” tuturnya.

Pihaknya mendukung pengembangan waterbase ini karena Berau termasuk penyangga IKN dari sektor parawisata dan merupakan andalan pariwisata Kalimantan Timur.

“Kita juga sudah masuk di kawasan strategi pariwisata nasional dan sudah masuk di 10 prioritas baru. Kita berdoa bersama akan sampai ke Kawasan Ekonomi Khusus,” pungkasnya.

Menurutnya, masyarakat sangat antusias sekali dengan wacana tersebut karena mendukung perekonomian masyarakat setempat mulai dari Derawan, Maratua, sampai wilayah di pesisir Selatan. Diprediksi, sektor perhotelan, transportasi, maupun kuliner akan lebih menggeliat.

Penulis: Riska

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU