src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Benarkah Meninggal Hari Jumat Bebas dari Siksa Kubur? Ini Penjelasan Ulama dan Status Haditsnya

Benarkah Meninggal Hari Jumat Bebas dari Siksa Kubur? Ini Penjelasan Ulama dan Status Haditsnya

2 minutes reading
Friday, 15 Aug 2025 15:02 1446 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO – Pertanyaan seputar benarkah meninggal di hari Jumat terbebas dari siksa kubur kerap memicu perbincangan di kalangan umat Islam. Hari Jumat sendiri memiliki kedudukan istimewa dalam syariat, namun klaim tersebut perlu dikaji dari dalil dan pandangan ulama. Kata kunci: meninggal di hari Jumat, siksa kubur, dalil hadits, pandangan ulama, keutamaan Jumat.

Dilansir dari Liputan6, hadits yang kerap dijadikan rujukan terkait keutamaan meninggal di hari Jumat adalah riwayat Abdullah bin Amr: “Tidak ada seorang muslim pun yang meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat, kecuali Allah akan melindunginya dari fitnah kubur.” (HR Ahmad).

Penelitian Sari Faradilla dalam skripsi Tela’ah Kualitas Hadits Orang Meninggal pada Hari Jum’at (2015) di UIN Sultan Syarif Kasim Riau menunjukkan bahwa hadits ini memiliki status bervariasi dari segi sanad dan matan. Imam At-Tirmidzi menilainya sebagai hadits gharib dan munqathi’ karena sanadnya terputus, sementara Ibnu Hajar memberi predikat dhaif. Namun, adanya syawahid (penguat) dari riwayat lain membuat sebagian ulama mengangkatnya menjadi hasan lighairihi, sehingga dapat diamalkan.

Ulama kontemporer pun memberi pandangan beragam. Menurut Ustaz Khalid Basalamah, wafat di hari Jumat bisa menjadi tanda husnul khatimah, bahkan terbebas dari pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir. Sementara Buya Yahya menekankan sikap hati-hati: kemuliaan ini bukan jaminan mutlak pengampunan dosa, apalagi untuk dosa besar seperti syirik.

Majalah Suara Muhammadiyah menegaskan bahwa masalah ghaib seperti ini hanya boleh diyakini berdasarkan dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah. Karenanya, hadits tersebut sebaiknya menjadi motivasi untuk berprasangka baik (husnuzan) kepada Allah, bukan alasan mengendurkan ibadah.

Keistimewaan hari Jumat memang ditegaskan dalam banyak hadits shahih. Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baiknya hari yang padanya terbit matahari adalah hari Jumat…” (HR Muslim). Hari Jumat disebut Sayyidul Ayyam, lebih agung dari Idulfitri dan Iduladha, serta memiliki waktu mustajab untuk berdoa.

Dalam buku Bekal Menggapai Kematian yang Husnul Khatimah karya Fedrian Hasmand (2011), disebutkan meninggal di hari Jumat adalah tanda husnul khatimah, tetapi tetap mensyaratkan iman dan amal saleh. Tanpa keduanya, seseorang tetap dapat mengalami siksa kubur.

Siksa kubur sendiri merupakan bagian dari alam barzakh yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits, di mana seseorang diuji oleh malaikat Munkar dan Nakir. Penyebabnya antara lain tidak menjaga kesucian diri, ghibah, atau perbuatan maksiat. Perlindungan dari siksa kubur diberikan kepada golongan tertentu, seperti syuhada, orang yang meninggal saat berpuasa, dan — menurut beberapa riwayat — mereka yang wafat di hari Jumat.

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

LAINNYA
x