Beranda Samarinda Banggar Minta TAPD Beberkan Prioritas Belanja pada PPAS Perubahan 2020

Banggar Minta TAPD Beberkan Prioritas Belanja pada PPAS Perubahan 2020

Banggar Minta TAPD Beberkan Prioritas Belanja pada PPAS Perubahan 2020 - headlinekaltim.co
Wakil Ketua DPRD Samarinda Helmi Abdullah. (Foto: Ningsih/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Badan Anggaran DPRD Kota Samarinda bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) membahas belanja dan pendapatan pada masa Prioritas Plafon Anggaran Sementara Perubahan (PPAS-P) tahun 2020.

Kegiatan berlangsung di ruang rapat utama DPRD kota Samarinda, Sabtu 12 September 2020.

Rapat dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Sugeng Chairuddin, dan sejumlah kepala OPD terkait.

Advertisement

Wakil Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah menyebutkan pembahasan utama rapat Banggar membahas tentang Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) perubahan 2020 dan membahas masalah belanja daerah.

“Belanja itu ada belanja murni, ada belanja perubahan tambahan,” ucapnya saat ditemui usai rapat Banggar.

Fahmi menyebut, DPRD meminta Pemerintah Kota Samarinda untuk memberikan penjelasan terkait data belanja yang sudah dilakukan.

“Kita mau tahu saja, data belanja-belanja apa-apa saja yang muncul. Apakah dalam sisa waktu tersisa semua belanja akan bisa diselesaikan pada akhir tahun 2020,” jelasnya.

“Kita akan beri masukan kalau nanti anggaran itu bisa terserap, artinya anggaran itu bisa diteruskan. Tapi kalau memang tidak bisa terserap, kita alihkan ke mana saja yang lebih prioritas,” tambahnya.

Semua anggaran yang dipotong pemerintah terkait COVID-19, lanjut Fahmi, akan dikembalikan.

“Jadi dari anggaran belanja-belanja kemarin akan dikembalikan semua walaupun tidak semuanya. Jadi fokus itu saja dulu,” tandasnya.

Sugeng mengatakan pembahasan rapat Banggar hari ini masih sebatas tahapan, termasuk pembahasan kegiatan yang akan diusulkan dalam perubahan.

“Karena kemarin kan ada yang dipotong-potong, kita usahakan ada yang mau dikembalikan, nanti mana-mana yang bisa mencapai progres atau tidak,” paparnya.

Disinggung soal anggaran COVID-19, Sugeng membeberkan seluruh anggaran yang dimasukkan sekitar Rp 77 miliar. “Anggaran COVID-19 sudah selesai dan tidak ada yang dibahas lagi,” pungkasnya.

Penulis : Ningsih

Komentar
Advertisement