src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Ahmad Rifai Sebut Pendampingan KAT Perlu Strategi Pendekatan dan Jangka Panjang

Ahmad Rifai Sebut Pendampingan KAT Perlu Strategi Pendekatan dan Jangka Panjang

2 minutes reading
Wednesday, 26 Nov 2025 16:19 74 huldi amal


HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – DPRD Berau meminta Pemkab Berau untuk memperkuat strategi pendampingan bagi komunitas adat terpencil (KAT) di Bumi Batiwakkal. Pasalnya, selama ini mereka hidup dengan pola tradisional serta jauh dari layanan dasar.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Berau, Ahmad Rifai menyampaikan, komunitas adat terpencil di Berau masih berada dalam kondisi yang memprihatinkan di beberapa wilayah, contohnya seperti di Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk.

Lokasi geografis KAT tinggal di daerah terpencil yang sulit dijangkau seperti di pegunungan, hutan, pesisir, atau pulau-pulau terluar. Mereka hidup dengan keterbatasan akses terhadap pelayanan pendidikan, kesehatan dan administrasi kependudukan. Sehingga, memerlukan strategi pendekatan budaya dan kesinambungan pelaksanaan.

“Mereka membutuhkan pendampingan yang betul-betul bisa memahami budaya dan cara hidup mereka,” jelasnya.

Dikhawatirkan, kondisi tersebut membuat mereka rentan tertinggal dari perkembangan daerah. Sebelumnya, pemerintah telah mencoba memberikan pelatihan dan menyediakan rumah yang lebih layak.

Namun, penerapannya menemui tantangan besar karena sebagian masyarakat memilih kembali ke pola hidup awal. Menurutnya, pendampingan tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata. “Perlu pendampingan yang sabar, berkelanjutan, dan menghormati identitas mereka,” ungkapnya.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengatakan, tanpa pola pendampingan yang terus-menerus, komunitas adat terpencil akan tetap berada dalam ketertinggalan.

“Sehingga pendampingan jangka panjang sangat dibutuhkan bagi komunitas adat terpencil di Kabupaten Berau,” tutupnya. (Adv33/Riska)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x