Beranda Bontang Adi Darma Digantikan Istri di Pilkada Bontang? Ini Kata Ketua PKB Kaltim

Adi Darma Digantikan Istri di Pilkada Bontang? Ini Kata Ketua PKB Kaltim

Adi Darma Digantikan Istri di Pilkada Bontang Ini Kata Ketua PKB Kaltim - headlinekaltim.co
Ketua PKB Kaltim Syafrudin. (Foto: Ningsih/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Kaltim Syafruddin mengatakan pihaknya sedang membahas pengganti Adi Darma di Pilkada Bontang yang meninggal dunia akibat COVID-19.

Namun, saat ini PKB bersama PDI Perjuangan yang mengusung Adi Darma-Basri Rase masih berduka atas meninggalnya Adi Darma. Jadi, masih fokus proses pemakaman dilakukan pihak keluarga.

“Dalam waktu dekat akan kita bahas dengan partai koalisi yaitu PDIP dan kita turut berduka atas berpulangnya Pak Adi Darma dan saat ini masih suasana duka jadi kita fokus dulu untuk proses pemakaman,” kata Udin sapaan akrab Syafruddin dihubungi media ini.

Advertisement

Dikatakan Udin, kemungkinan dua hari ke depan akan diagendakan pembahasan seputar pengganti Adi Darma. “Dalam satu dua hari ke depan akan kita putuskan siapa pengganti almarhum,” katanya.

Meninggalnya Adi Darma ikut memicu munculnya nama istri dari almarhum yaitu Hj Najirah sebagai pengganti Calon Wali Kota Bontang.

Jika benar, maka kondisi di Bontang nyaris menduplikasi kondisi Pilkada di Kabupaten Berau. Di mana almarhum Bupati Muharram digantikan oleh istrinya, Sri Juniarsih Maksir. Di Bumi Batiwakkal, ada dua srikandi bertarung. Sama-sama mantan istri bupati. Sri Juniarsih versus Seri Marawiah.

Cerita Bontang mungkin sedikit berbeda. Namun, jika Hj Najirah jadi pengganti Adi Darma, maka akan berhadapan dengan Neni Moerniani. Dua srikandi juga bakal saling berhadapan. Sama-sama mantan istri Wali Kota Bontang. Bedanya, saat ini Neni adalah calon wali kota petahana.

Soal ini, apa kata Udin? “Opsinya sudah ada namun belum elok kita bahas karena semua masih dalam suasana duka termasuk memasangkan istri almarhum dengan Basri Rasse adalah salah satu opsinya, tapi masih ada opsi lain tergantung kesepakatan partai koalisi,” kata Udin.

Almarhum Adi Darma di mata Udin merupakan sosok yang santun dan paling ramah kepada siapapun. Sehingga semua pihak mudah berkomunikasi dengan almarhum.

“Beliau orang baik dan tidak pernah membatasi ruang komunikasi dengan siapapun tanpa mengenal usia dan beliau orangnya ramah serta santun,” katanya.

Lebih lanjut, Udin mengungkapkan harapan Adi Darma ketika maju di Pilkada Bontang agar masyarakat tetap menjaga persatuan dan kebersamaan.

“Harapan beliau semoga warga Bontang tidak menjadikan Pilkada untuk tidak menjaga kebersamaan. Karena Pilkada itu momentum lima tahunan sebagai konsekuensi dari demokrasi dan beliau mengajak warga agar terus merawat kebersamaan sebagai bentuk kecintaan terhadap kota Bontang dan berbeda pilihan itu hal yang biasa,” kata Udin.

Penulis : Amin

Komentar
Advertisement