src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Mualimin. (foto: Ningsih)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kasus suspek campak ternyata juga ditemukan di Kalimantan Timur (Kaltim) pada 2023 ini. Dimana, sejak 3 bulan terakhir ini sudah ditemukan sebanyak 93 suspek campak.
Berdasarkan data infografis kasus suspek campak yang dirilis oleh Dinas Kesehatan Kaltim, pada tahun 2023 ini tren kasus campak yang terjadi di Kaltim berbanding dengan kasus yang terjadi di tahun 2022 lalu.
Terjadi kenaikan yang cukup signifikan pada minggu pertama hingga kedua. Sedang di tahun 2023 ini ditemukan sudah mencapai 95 kasus suspek campak di Minggu kedua. Padahal pada minggu pertama baru ditemukan 19 kasus. Sementara di tahun 2022 lalu hanya ditemukan 1 kasus pada Minggu kesatu dan kedua.
Dari peta grafis Kaltim terlihat, dari 10 kabupaten/kota di Kaltim ada 3 kabupaten/kota masuk zona merah, yakni Kota Samarinda, Kutai Kartanegara dan Kutai Timur. Sebanyak 5 kabupaten/kota berada di zona kuning, masing-masing Balikpapan, Bintang, Paser, Penajam Paser Utara dan Mahakam Ulu. 2 kabupaten lain berada di zona hijau, yaitu Kutai Barat dan Berau.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin mengatakan, pihaknya telah mengirim sampel hasil tes suspek campak ke Jakarta untuk lebih diteliti.
“Kita terus waspada, termasuk mengirim sampel ke Jakarta setelah koordinasi dengan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) Kaltim. Bahwa anak-anak yang diduga campak ini status riwayat vaksinasinya kurang. Makanya posyandu kembali kita aktifkan untuk melakukan vaksinasi, karena rata-rata anak bersekolah, ” ujarnya saat menggelar jumpa pers di gedung Diskominfo Kaltim, Jumat 3 Febuari 2023.
Dia juga mengingatkan masyarakat untuk waspada jika menemukan gejala yang menyertai penyakit campak, terutama pada anak-anak.
“Ini menjadi peringatan dini bagi kita semua jika menemukan gejala demam disertai muncul ruam atau bercak kemerahan, terutama pada anak usia di bawah 5 tahun. Untuk itu segera memeriksakan ke fasilitas kesehatan terdekat,” ujarnya.
“Juga segera berikan imunisasi rutin, termasuk campak dan rubela jika ada anak-anak yang belum diimunisasi,” pesannya.
Penulis: Ningsih