src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kebiasaan duduk dalam waktu panjang ternyata dapat memicu berbagai gangguan kesehatan yang sering kali tidak disadari. Dilansir dari CNN Indonesia, kebiasaan duduk dalam waktu lama kini menjadi bagian dari gaya hidup modern, mulai dari bekerja di depan laptop, mengemudi, hingga bersantai menggunakan ponsel.
Meski terlihat sepele, terlalu lama duduk dapat berdampak serius bagi tubuh. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan rasa tidak nyaman, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan jangka panjang.
Tubuh sebenarnya memberikan sejumlah sinyal sebagai peringatan dini. Namun, tanda-tanda ini kerap diabaikan karena dianggap sekadar kelelahan biasa.
Salah satu tanda paling umum adalah munculnya nyeri pada pinggul dan punggung. Posisi duduk yang statis membuat otot fleksor pinggul menjadi kaku, sementara punggung cenderung membungkuk dan bahu maju ke depan.
Selain itu, pembengkakan pada kaki dan tungkai juga bisa terjadi. Kurangnya pergerakan membuat cairan menumpuk di area kaki karena tidak terdorong kembali ke bagian atas tubuh.
Gejala lain yang sering muncul adalah mudah lelah dan kurang bertenaga. Minimnya aktivitas fisik memperlambat sirkulasi darah, sehingga distribusi oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh menjadi tidak optimal.
Kebiasaan terlalu lama duduk juga dapat memicu kenaikan berat badan. Hal ini terjadi karena tubuh membakar kalori jauh lebih sedikit dibandingkan saat aktif bergerak.
Tidak hanya itu, duduk dalam waktu lama juga dapat menyebabkan sakit kepala. Kondisi ini dipicu oleh ketegangan pada mata akibat menatap layar, serta ketegangan pada leher dan bahu akibat postur tubuh yang kurang baik.
Dampak lainnya adalah menurunnya kemampuan berkonsentrasi. Rasa tidak nyaman pada tubuh dan kelelahan mata membuat seseorang lebih mudah terdistraksi dan kurang produktif.
Gangguan pencernaan juga menjadi salah satu efek yang perlu diwaspadai. Kurangnya pergerakan membuat kerja sistem pencernaan melambat, sehingga proses pengolahan makanan menjadi kurang optimal.
Selain berbagai gejala tersebut, terlalu lama duduk juga dapat memengaruhi metabolisme tubuh, termasuk dalam mengatur lemak dan kadar gula darah.
Untuk mengurangi dampaknya, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan. Di antaranya adalah beristirahat setiap 30 menit dengan berdiri atau berjalan ringan, melakukan peregangan, serta mengganti posisi duduk dengan berdiri secara berkala.
Menyempatkan berjalan kaki dan menjadwalkan olahraga di luar jam duduk juga menjadi cara efektif untuk menjaga kesehatan tubuh.\