src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ilustrasi. Berangkat kerja di pagi hari dalam keadaan angkutan penuh sesak memang selalu jadi rutinitas yang menguras energi. (CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)
HEADLINEKALTIM.CO – Bangun pagi, bersiap diri, hingga sarapan seadanya sering kali terasa sebagai perjuangan awal sebelum berangkat kerja. Namun, tantangan terbesar biasanya hadir saat perjalanan menuju kantor. Bagi masyarakat kota besar, pilihan transportasi terbatas pada kereta yang penuh sesak atau bus yang terjebak macet—dua-duanya sama-sama menguras energi. Tak heran bila banyak orang sudah merasa lelah bahkan sebelum tiba di meja kerja.
Dilansir dari CNN Indonesia, psikoterapis Kristin Anderson menjelaskan perjalanan ke kantor kerap menjadi “rapat mental” bagi banyak pekerja.
“Kita sudah bekerja di kepala bahkan sebelum benar-benar masuk kantor. Otak kita sudah mulai menyusun daftar tugas, mengantisipasi masalah, hingga menyiapkan percakapan yang harus dilakukan,” katanya.
Fenomena ini dikenal sebagai anticipatory cognitive load, yakni kondisi ketika energi mental habis hanya untuk memikirkan hal-hal yang bahkan belum dimulai. Meski demikian, ada sejumlah cara sederhana yang bisa membuat perjalanan terasa lebih ringan sekaligus menyenangkan.
Musik, podcast, atau audiobook dapat mengubah suasana hati secara signifikan. Psikoterapis Erica Schwartzberg menuturkan suara ritmis mampu menstimulasi sistem saraf parasimpatik sehingga tubuh menjadi lebih rileks. Pilih lagu favorit, cerita lama, atau podcast inspiratif untuk mengalihkan rasa sumpek di tengah kepadatan.
Tambahkan ritual singkat seperti meditasi, menulis catatan syukur, atau afirmasi positif. Menurut Anderson, rutinitas kecil ini memberi sinyal pada otak bahwa hari dimulai dengan niat baik, bukan sekadar tergesa-gesa mengejar transportasi.
Hal sederhana, seperti membawa kopi hangat atau mengenakan syal lembut, dapat memberi rasa aman dan membuat tubuh lebih tenang. Schwartzberg menyebut sensasi nyaman ini membantu tubuh melepas ketegangan sepanjang perjalanan.
Jika memungkinkan, berjalan sedikit lebih jauh untuk menghirup udara segar, atau lakukan peregangan sebelum berangkat dan setelah turun dari transportasi umum. Gerakan kecil tetap bermanfaat untuk menjaga kebugaran dan meningkatkan fokus.
Daripada mengeluh di grup percakapan, manfaatkan voice memo di ponsel. Rekam pikiran, tujuan, atau hal-hal menarik yang ditemui di jalan. Catatan suara ini bisa menjadi jurnal digital yang menenangkan sekaligus reflektif.
Macet dan desakan mungkin tak terhindarkan, tetapi cara memandangnya bisa diubah. Menyebutkan tiga hal sederhana yang disyukuri setiap pagi—misalnya bisa sarapan, memiliki pekerjaan, atau mendengar lagu favorit—dapat membuat otak lebih siap menghadapi hari dengan optimisme.
Perjalanan kerja memang jarang bisa benar-benar bebas hambatan. Namun, dengan langkah-langkah sederhana di atas, perjalanan yang biasanya penuh tekanan dapat menjadi momen yang lebih ramah untuk diri sendiri. Pada akhirnya, yang terpenting bukan sekadar tiba tepat waktu, tetapi juga menjaga ketenangan sebelum hari benar-benar dimulai.
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya