src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> 5 Negara ASEAN Serbu IKN, Proyek Hijau Indonesia Jadi Magnet Investasi Baru

5 Negara ASEAN Serbu IKN, Proyek Hijau Indonesia Jadi Magnet Investasi Baru

waktu baca 3 menit
Senin, 28 Jul 2025 10:31 353 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, PENAJAM – Proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur makin membuktikan diri sebagai magnet investasi di kawasan Asia Tenggara. Dalam kurun waktu sepekan terakhir, gelombang kunjungan dari negara-negara ASEAN menunjukkan keseriusan mereka menanam modal di kawasan ibu kota baru Indonesia tersebut.

Minat paling nyata datang dari Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura yang sudah memulai langkah konkret melalui penjajakan dan kerja sama investasi lintas sektor. Tak hanya itu, Thailand dan Filipina juga mulai melirik peluang investasi, terutama di sektor logistik dan konstruksi.

Pada Jumat (25/7/2025), delegasi pengusaha asal Brunei mengunjungi kawasan IKN. Kunjungan ini dipimpin oleh Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam, Achmad Ubaedillah, yang membawa sejumlah pelaku usaha dari sektor strategis seperti konstruksi, ritel, hingga pariwisata.

“Kami membawa banyak pengusaha dari Brunei, mulai dari sektor konstruksi, ritel, hingga pariwisata,” ujar Dubes Achmad, dikutip dari rri.co.id.

Dalam rombongan tersebut, hadir nama-nama besar seperti Firoz Jaya, Serikandi Group of Companies, Al Afiah Hotel, dan Bahrin Mohammad & Associates, yang disebut siap mengeksplorasi peluang bisnis di kawasan IKN.

Dua hari kemudian, giliran Wakil Perdana Menteri Sarawak, Malaysia, Datuk Amar Awang Tengah, yang melakukan kunjungan resmi bersama jajaran pejabat tinggi dari wilayah tersebut. Ia menyebut proyek IKN sebagai “game changer” atau pengubah peta pembangunan di Asia Tenggara.

“IKN akan menjadi game changer, bukan hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi kami di Sarawak. Pembangunannya sangat luar biasa dibanding saat saya datang ke Titik Nol pada 2022,” ujarnya, Minggu (27/7/2025).

Lebih awal lagi, Singapura telah lebih dulu menunjukkan komitmennya lewat proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 50 megawatt. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara konsorsium Sembcorp dan PLN, serta menjadi simbol visi IKN sebagai kota hijau dan berkelanjutan.

Menanggapi lonjakan ketertarikan dari negara-negara sahabat, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa dukungan ASEAN adalah pengakuan atas peran strategis IKN sebagai pusat pertumbuhan regional.

“Investasi ini menjadi bukti bahwa visi IKN sebagai kota hijau dan berkelas dunia mendapat dukungan nyata dari mitra internasional,” ungkap Basuki.

Untuk memfasilitasi arus masuk investasi, pemerintah Indonesia memberikan berbagai insentif, mulai dari tax holiday hingga 20 tahun, kemudahan perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS), hingga akses langsung ke zona industri hijau. Skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) juga disiapkan untuk meningkatkan kepercayaan investor.

Dengan pembangunan yang terus berakselerasi dan minat tinggi dari investor ASEAN, IKN digadang-gadang sebagai titik tumpu pertumbuhan ekonomi baru di Asia Tenggara yang menawarkan daya saing tinggi dan visi kota masa depan yang berkelanjutan.

Artikel Asli baca di rri.co.id

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

LAINNYA
x