src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ilustrasi. (sumber: kompas.com)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim mencatat data secara kumulatif hingga tanggal 6 Agustus 2021 sebanyak 12.033 anak di Kaltim terpapar COVID-19.
Selama pandemi, sebanyak 359 anak menjadi yatim piatu setelah orangtuanya meninggal akibat terpapar COVID-19.
Kota Balikpapan menjadi daerah terbanyak anak terpapar virus Corona, yakni 4.161 orang anak. Disusul Bontang 1.931 anak, Kukar sebanyak 1.758 anak, disusul Samarinda sebanyak 1.402 anak, Kutim sebanyak 1.162 anak, Kubar 1.113 anak, Berau sebanyak 706 anak, Paser 666 anak, Mahulu 131 anak dan PPU 5 anak.
Untuk jenis kelamin anak yang terpapar COVID-19, yakni laki-laki sebanyak 6.602 anak dan perempuan sebanyak 6.433 anak. Dengan rincian per daerah:
1. Berau, laki-laki sebanyak 354 anak dan perempuan sebanyak 352 anak.
2. Kubar, laki-laki sebanyak 520 anak dan perempuan 593 anak.
3. Kukar, laki-laki sebanyak 887 anak, perempuan 871 anak.
4. Kutim, laki-laki sebanyak 596 anak dan perempuan sebanyak 566 anak.
5. Mahulu, laki-laki sebanyak 66 anak, perempuan 65 anak.
6. PPU, laki-laki sebanyak 4 anak, perempuan 1 anak.
7. Balikpapan, laki-laki sebanyak 2.150 anak, perempuan 2.011 anak.
8. Bontang, laki-laki sebanyak 1.002 anak, perempuan 929 anak.
9. Samarinda, laki-laki sebanyak 678 anak, perempuan 724 anak.
10. Paser, laki-laki sebanyak 345 anak, perempuan 321 anak.
Sementara data anak yang menjadi yatim piatu akibat orangtuanya meninggal karena COVID-19 per tanggal 26 Agustus 2021, tercatat total sebanyak 359 anak.
Berdasarkan daerah: Bontang sebanyak 125 anak, Samarinda 74 anak, Berau 80 anak, PPU 22 anak, Kubar 23 anak, Paser 15 anak dan Balikpapan 20 anak.
Jenis kelamin anak yang menjadi yatim piatu akibat COVID-19, yakni Bontang 64 anak laki-laki dan 61 anak perempuan, Samarinda 34 anak laki-laki dan 40 anak perempuan, Berau 42 anak laki-laki dan 38 anak perempuan, PPU 11 anak laki-laki dan 11 anak perempuan, Kubar 14 anak laki-laki dan 9 anak perempuan, Paser 9 anak laki-laki dan 6 anak perempuan, Balikpapan 9 anak laki-laki dan 11 anak perempuan.
Kepala Seksi Perlindungan Perempuan dan Anak DKP3A Provinsi Kaltim Fachmi Rozano yang ditemui di ruang kerjanya mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan di masing-masing kabupaten/kota untuk melakukan pendataan pada anak-anak yang terpapar COVID-19 maupun anak-anak yang menjadi yatim piatu, akibat orangtuanya meninggal karena COVID-19.
Dia memastikan bahwa data tersebut akan terus berkembang, lantaran pandemi COVID-19 masih terus ada di Kaltim.
“Untuk data anak-anak yang terpapar COVID-19, telah kami himpun dari 10 kabupaten/kota di Kaltim. Sedangkan untuk data anak yatim piatu, baru 7 kabupaten/kota yang datanya kami dapatkan. 3 kabupaten lainnya belum, yakni Kukar, Mahulu dan Kutim,” katanya, Selasa 31 Agustus 2021.
Ditambahkannya, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim memiliki program santunan bagi anak yatim piatu akibat COVID-19. Dirinya pun berharap, santunan tersebut juga dapat diberikan kepada anak-anak yang saat ini sedang terpapar COVID-19.
“Kami berharap, untuk data anak-anak yang terpapar ini juga dapat bantuan,” katanya.
Terkait dengan pendataan, dikatakannya, harus dilakukan dengan benar, terutama pengecekan dokumen yang telah masuk di Dinas Sosial kabupaten/kota, agar santunan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.
“Ini kan juga perlu data pendukung sehingga tidak bisa dipermainkan. Masing-masing kabupaten/kota mengecek kembali dokumennya,” tutupnya.
Penulis: Ningsih
Editor: MH Amal