src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Wawali Beber Hasil Pantauan di TPS, Ada Surat Suara Kurang hingga Warga Luar Daerah Memaksa Nyoblos

Wawali Beber Hasil Pantauan di TPS, Ada Surat Suara Kurang hingga Warga Luar Daerah Memaksa Nyoblos

2 minutes reading
Wednesday, 14 Feb 2024 19:26 324 huldi amal
HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi Wongso bersama unsur Forkopimda Kota Samarinda membeberkan hasil pemantauan Pemilu 2024 pada Rabu, 14 Februari 2024 dalam video conference bersama Pemprov dan Forkopimda Kalimantan Timur.
Ia melaporkan, jalannya tahapan pencoblosan Pemilu 2024 di Kota Samarinda berjalan kondusif dengan jumlah DPT terbesar yaitu sebanyak 604.420 pemilih yang tersebar di 2.563 TPS, 59 Kelurahan di 10 Kecamatan.
Selama proses pencoblosan, beber dia, terdapat beberapa temuan seperti TPS yang kekurangan kartu suara dan pemilih luar daerah yang tidak terdaftar memaksa mencoblos di TPS Bumi Sempaja.
Namun, kendala tersebut berhasil teratasi dengan baik. “Memang ada beberapa kendala yang kami hadapi yaitu TPS yang jumlah surat suaranya kurang, tetapi teratasi dengan cepat tidak ada masalah. Ada juga kejadian di TPS bumi Sempaja, ada 20 warga KTP luar daerah memaksa memilih, sedangkan menurut catatan dari KPPS tidak terdata. Namun, KPPS dengan tegas tidak memberikan hak kepada 20 warga luar daerah,” ungkap Rusmadi Wongso.
Pemerintah Kota Samarinda juga turut mendampingi Pj Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik memantau pencoblosan di 3 TPS, yakni TPS 10 Teluk Lerong Ilir, TPS 43 dan 06 di Bukit Pinang lalu dilanjutkan lagi kunjungan ke 7 TPS lainnya.
Dari pemantauan 10 TPS tersebut, antusiasme warga Samarinda dalam pemilihan suara mengalami lonjakan. “Pantauan kami saat masih bersamaan dengan Pj Gubernur tadi masih jam 10 sudah 40-50% pemilih dan kami tadi kunjungan ke TPS terakhir di Loa Janan Ilir, itu ada yang melaporkan 95 persen. Antusiasme warga meningkat,” katanya.
Berdasarkan pantauan tersebut, Rusmadi Wongso berharap partisipasi masyarakat dalam memberikan hak suaranya di Pemilu serentak tahun 2024 ini meningkat dibandingkan pada tahun 2019 lalu. “Melihat rata-rata yang ada walaupun masih belum ada laporan angka yang pasti, kami berharap target melampaui daripada tingkat partisipasi pemilih untuk Pileg, Pilpres di tahun 2019 yaitu 72,20%. Mudah mudahan tahun ini tercapai 80% lebih,” tutupnya. (zayn)
LAINNYA
x