src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Warga Pedalaman Keluhkan Kondisi Sekolah, Pemkab Kubar Janji Perbaikan Bertahap

Warga Pedalaman Keluhkan Kondisi Sekolah, Pemkab Kubar Janji Perbaikan Bertahap

3 minutes reading
Tuesday, 17 Jun 2025 11:19 247 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menanggapi serius keluhan masyarakat di wilayah pedalaman terkait minimnya perhatian pada sektor pendidikan, khususnya di Kecamatan Bentian Besar. Aspirasi itu mencuat dalam kegiatan reses anggota DPRD Kubar, Henrik, yang berlangsung sejak 5 hingga 9 Juni 2025 lalu.

Dalam forum reses tersebut, warga Kampung Sambung dan Randa Empas menyuarakan kondisi memprihatinkan sekolah-sekolah di wilayah mereka. Mulai dari keterbatasan ruang kelas, meja-kursi belajar yang tak layak pakai, hingga minimnya fasilitas untuk guru.

Menanggapi hal itu, Plt. Asisten I Sekretariat Kabupaten Kubar, Erik Victory, menyatakan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Namun, ia juga menegaskan bahwa semua upaya dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

“Kalau bicara perhatian pemerintah, itu sudah maksimal. Tapi kalau bicara kepuasan, pasti beragam. Pemerintah tidak bisa langsung menyelesaikan semua dalam waktu bersamaan, tapi tetap berusaha,” ujar Erik saat diwawancarai RRI Sendawar, Senin (16/6/2025).

Erik juga memastikan bahwa pembangunan di Kubar dilakukan secara proporsional dan terbuka, tanpa membeda-bedakan wilayah mana pun.

“Tidak ada wilayah yang dianaktirikan. Semua bisa melihat proporsi anggaran secara terbuka. Kita ini sudah masuk era transparansi,” tegasnya.

Ia menjelaskan, kebijakan pembangunan saat ini masih dalam proses penyesuaian dengan RPJMD 2021–2026 di bawah kepemimpinan Bupati Frederik Edwin dan Wakil Bupati Nanang Adriani.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kubar, Robert Bandrsyah, tidak menampik bahwa kondisi di beberapa sekolah pedalaman memang jauh dari layak.

“Kursi dan meja di SD 008 Sambung dan SD 009 Randa Empas memang sudah reot. Sudah lama tidak diganti. Tapi kami sudah mulai lakukan pengadaan bertahap,” jelasnya.

Robert mengungkapkan bahwa pada 2024, SD Randa Empas telah mendapat pembangunan satu mess guru, satu ruang UKS, dan ruang kepala sekolah. Sementara tahun ini, sekolah tersebut mendapat alokasi 25 unit meja-kursi.

Namun, hingga kini, pengiriman belum bisa dilakukan karena akses jalan yang rusak parah.

“Kami sudah dua kali ke sana, tapi hanya sampai Suakong. Setelah itu, kendaraan tidak bisa lanjut. Medannya benar-benar berat,” keluh Robert.

Tak hanya di Randa Empas, pembangunan juga dilakukan di sekolah lain di Bentian Besar. SD 008 Sambung akan mendapatkan rehabilitasi ruang kelas dan pembangunan toilet tahun ini. Sedangkan SD 003 Bentian sudah masuk anggaran pembangunan ruang kelas baru dan pengadaan meja-kursi untuk tahun 2025.

Robert memastikan bahwa meski kondisi geografis menjadi tantangan utama, pemerintah tetap berkomitmen memperluas akses pendidikan secara merata, termasuk di wilayah terluar dan terpencil.

“Kami akan terus dorong agar setiap anak di pelosok Kubar punya akses belajar yang layak. Ini bagian dari visi Pemkab membangun daerah yang inklusif,” tegasnya.

Artikel Asli baca di rri.co.id

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

LAINNYA
x