src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Tangkapan layar video perkelahian siswi. (ist)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Beredar video perkelahian siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Samarinda dalam sebuah ruangan kelas, Rabu 21 Mei 2025. Diketahui dari rekaman video yang tersebar dengan durasi sekitar satu menit lima belas detik, terlihat berkelahi dengan menggunakan pakaian sekolah. Lokasi sekolahnya bertempat di Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang.
“Kita sementara menumpang di SD 027 dikarenakan sekolah sedang dalam pembangunan untuk kejadian perkelahian yang sempat viral ini, tadinya di luar jam pembelajaran,” jelas Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Nurul Aini SMP 16 Samarinda.
Dia membantah terkait perundungan seperti narasi yang tersebar. Tetapi itu hanya perkelahian antarsiswi dalam satu ruangan kelas. Perkelahian ini tidak terjadi hanya satu orang korban, tetapi karena sebelumnya sudah atur janji untuk bertemu kembali. “Saat belum terjadinya perkelahian ini dalam ruang kelas antarsiswi yang bersangkutan sempat ribut di grup WhatsApp (WA),” ucapnya.
Keributan ini terjadi berawal dari program pendidikan (P5) di mana anak-anak itu diminta untuk melakukan latihan menari. Dalam grup membahas latihan di studio dengan iuran per orang Rp 5 ribu. “Ada anak yang tidak sepakat untuk melakukan iuran. Namun, muncul perkataan ejekan dari yang meminta sumbangan,” jelasnya.
Peristiwa ini terjadi pada Selasa 20 Mei 2025 pada pukul 17.00 WITA. Di luar jam pelajaran sekolah. Di mana siswi yang terlibat itu masih mengenakan seragam sekolah batik. Para guru dan pihak sekolah tidak memantau kejadian tersebut.
“Keributan itu terjadi di luar jam pelajaran, rupanya mereka kembali ke sekolah lagi. Saat guru terakhir pulang, sempat menegur salah satu siswi. Dia bilang kamu piket sendirian kah?Ttapi guru itu pulang duluan. Kemudian anak-anak itu kembali ke kelas,” jelasnya.
Dia menegaskan kasus tersebut bukan perundungan. Ini kesalahpahaman anak-anak karena saling olok-olokan di antara mereka. “Perkelahian ini sudah ditangani secara kekeluargaan,” tutupnya. (MSD)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya