src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Viral Dugaan Aqua Gunakan Air Sumur Bor, Ini Penjelasan Lengkap dari Danone dan Tanggapan BPKN

Viral Dugaan Aqua Gunakan Air Sumur Bor, Ini Penjelasan Lengkap dari Danone dan Tanggapan BPKN

3 minutes reading
Friday, 24 Oct 2025 11:39 532 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, JAKARTA – Merek air minum kemasan Aqua tengah menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan bahwa sumber air Aqua berasal dari sumur bor. Isu tersebut mencuat usai video unggahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi viral di media sosial. Pihak Danone Indonesia selaku produsen kemudian memberikan klarifikasi, sementara Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) berencana memanggil manajemen perusahaan untuk meminta penjelasan resmi.

Dilansir dari CNN Indonesia, kontroversi ini bermula dari video di kanal YouTube @KangDediMulyadiChannel, di mana Dedi Mulyadi menanyakan kepada salah satu staf pabrik mengenai sumber air yang digunakan dalam produksi Aqua.

“Ngambil airnya dari sungai?” tanya Dedi kepada seorang staf.
“Airnya dari bawah tanah, Pak,” jawab staf tersebut.

Staf itu kemudian menjelaskan bahwa air yang digunakan diambil dari dalam tanah menggunakan metode pengeboran. Dedi pun tampak terkejut karena sebelumnya mengira sumber air Aqua berasal dari air permukaan seperti sungai atau mata air. “Dikira oleh saya dari air permukaan. Dari air sungai atau mata air. Berarti kategorinya sumur pompa dalam?” ujarnya.

Menanggapi viralnya video tersebut, manajemen Danone Indonesia memastikan bahwa sumber air yang digunakan untuk produk Aqua berasal dari sumber air pegunungan yang terlindungi secara alami, bukan dari air permukaan.

“Air AQUA berasal dari 19 sumber air pegunungan yang tersebar di seluruh Indonesia. Setiap sumber dipilih melalui proses seleksi ketat dengan sembilan kriteria ilmiah dan lima tahap evaluasi, minimal selama satu tahun penelitian,” tulis Danone dalam keterangan resminya.

Perusahaan menjelaskan bahwa sumber air diambil dari akuifer dalam dengan kedalaman antara 60 hingga 140 meter, bukan dari air tanah dangkal. Akuifer tersebut diklaim terlindungi secara alami oleh lapisan kedap air, sehingga bebas dari kontaminasi aktivitas manusia dan tidak mengganggu sumber air masyarakat.

“Akuifer ini terlindungi secara alami oleh lapisan kedap air sehingga bebas dari kontaminasi dan tidak mengganggu penggunaan air masyarakat,” jelas Danone.

Lebih lanjut, Danone menyebutkan bahwa setiap lokasi sumber air Aqua telah melalui kajian ilmiah dan studi hidrogeologi dari berbagai lembaga akademik, termasuk Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Padjadjaran (Unpad). Hasil studi menunjukkan sumber air Aqua tidak bersinggungan dengan sumber air yang digunakan masyarakat sekitar.

Sementara itu, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN RI) menyatakan akan memanggil manajemen PT Tirta Investama, produsen air minum merek Aqua, guna meminta klarifikasi terkait dugaan penggunaan sumur bor dalam produksi mereka.

Ketua BPKN, Mufti Mubarok, menegaskan lembaganya telah menerima sejumlah laporan dan pemberitaan publik mengenai isu tersebut.

“Kami akan memanggil pihak manajemen dan Direktur PT Tirta Investama untuk meminta klarifikasi resmi terkait sumber air yang digunakan dalam produksi Aqua. BPKN juga akan mengirim tim investigasi langsung ke lokasi pabrik guna memverifikasi kebenaran informasi tersebut,” ujar Mufti di Jakarta, Kamis (23/10).

Mufti menambahkan, BPKN akan mengambil langkah tegas untuk memastikan hak konsumen atas informasi yang benar, jelas, dan jujur sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Dengan demikian, polemik mengenai sumber air Aqua kini menjadi perhatian publik dan lembaga perlindungan konsumen nasional. Pemeriksaan lapangan dan klarifikasi resmi diharapkan dapat memberikan kejelasan kepada masyarakat.

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

LAINNYA
x