Beranda Berita Samarinda Vaksinasi COVID-19 Tahap Dua, Kota Samarinda Diprioritaskan

Vaksinasi COVID-19 Tahap Dua, Kota Samarinda Diprioritaskan

Vaksinasi COVID-19 Tahap Dua, Kota Samarinda Diprioritaskan
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim Andi M Ishak (foto: Ningsih/headlinekaltim.co)

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kaltim tengah mempersiapkan pengumpulan data warga lanjut usia (lansia) dan profesi pelayanan publik yang akan menerima suntikan vaksin tahap kedua.

“Kita di daerah diminta untuk menindaklanjuti itu, diharapkan melalui kita secepatnya melaksanakan identifikasi, yaitu siapa saja yang sebenarnya berhak mendapatkan vaksinasi ini, terutama lansia dan pejabat publik. Jadi by name by address dan tentunya lokasi yang menjadi prioritas,” kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Kaltim Andi M Ishak usai rakor vaksinasi COVID-19 yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri secara virtual, Senin 22 Februari 2021.

Dalam Rakor, pemberian vaksinasi diperuntukkan untuk daerah-daerah yang penularan COVID-19 tinggi, seperti di Ibukota Provinsi Samarinda.

“Yang diprioritaskan Pemerintah Pusat adalah Ibukota Provinsi, dalam hal ini Samarinda. Sedangkan Balikpapan belum ditetapkan pada tahap kedua termin pertama,” bebernya.

Advertisement

Untuk mendapatkan vaksinasi lansia ini, Pemprov Kaltim melalui Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim membuka aplikasi khusus untuk pendaftaran.

Tak hanya itu, juga diminta peran aktif pengurus di tingkat Kecamatan, Kelurahan hingga RT untuk membantu mengidentifikasi warganya yang masuk dalam kreteria penerima vaksinasi lansia.

“Peran semua pihak dalam hal ini para pengurus RT, Lurah supaya bisa mengidentifikasi lansia yang ada di wilayahnya untuk didaftarkan. Kalau mereka tidak bisa secara langsung, maka didaftarkan oleh RT,” ujarnya.

Sementara itu, penyaluran vaksinasi tahap pertama di Kaltim belum rampung dan baru 91 persen lebih. Namun jika berdasarkan input manual dan data kombinasi, vaksinasi COVID-19 sudah mencapai 99 persen.

Baca Juga  Nakes Penyintas Tak Divaksin, Ini Alasannya

“Artinya kita sudah dianggap hampir selesai di tahap pertama termin pertama,” katanya.

Lebih lanjut, Andi M Ishak ungkapkan penyuntikan tahap kedua untuk Nakes, pihaknya baru dapat informasi sekitar 64 persen, tapi data manual menunjukan sudah mencapai 73 persen. Artinya memang ditarget tanggal 21 Februari, masih ada sisa.

Kendala dalam penyaluran vaksinasi COVID-19 tahap kedua, adalah karena masih adanya sisa vaksin di tahap pertama. Yang mana vaksin tersebut harus segera disalurkan lantaran masa expayer hanya sekitar 6 bulan.

Sementara, di tahap kedua vaksinasi COVID-19, Kaltim mendapat jatah sebanyak 76.880 dosis vaksin. Namun vaksin ini belum sampai di Kaltim, meskipun oleh Pemerintah Pusat telah didistribusikan.

“Yang jadi problem kita, vaksin belum tiba. Vaksin yang digunakan adalah dari Bio Farma. Nantinya akan diberikan kepada lansia. Dan berdasarkan surat dari Kemenkes jumlahnya sekitar 7.680 untuk 10 dosis. Jadi di kali 10 dosis karena kemasan vaksin yang sekarang lebih besar, digunakan untuk 10 kali penyuntikan. Totalnya jadi sekitar 76.880 dosis vaksin,” terangnya.

“Dikhawatirkan juga jika sekarang dilakukan vaksinasi, sementara vaksin yang tahap pertama termin kedua belum selesai yaitu sekitar 73 persen, ini dikhawatirkan jika ada yang baru bisa tercampur, manajemennya kurang bagus. Dikhawatirkan vaksin yang pertama dipakai akan terbuang, karena vaksin ini expayer cukup pendek yaitu 6 bulan,” lanjutnya.

Baca Juga  Pemprov Kaltim Tunggu Hasil Konsultasi Kemendagri Terkait MYC

Seperti arahan dari Kemendagri, vaksinasi tahap kedua akan dilakukan di faskes atau pelayanan kesehatan. Namun khusus untuk lansia, vaksinasi akan dilakukan berdasarkan fakses terdekat tempat tinggalnya. Sedangkan, untuk vaksinasi bagi pelayanan publik, akan diberikan secara massal disesuaikan dengan lokasi dan target peserta yang akan divaksin.

Penulis : Ningsih

Editor: Amin

Komentar