src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Utang Luar Negeri Indonesia Tembus USD431,5 Miliar per April 2025, BI Pastikan Masih Terkendali

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus USD431,5 Miliar per April 2025, BI Pastikan Masih Terkendali

2 minutes reading
Monday, 16 Jun 2025 14:30 279 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, JAKARTA – Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia kembali mengalami kenaikan. Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa posisi ULN nasional pada April 2025 tercatat sebesar USD431,5 miliar atau setara dengan Rp7.033,45 triliun (kurs Rp16.300). Angka ini naik 8,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih tinggi dibanding pertumbuhan pada Maret 2025 yang sebesar 6,4 persen yoy.

Menurut Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, lonjakan ini terutama bersumber dari peningkatan utang sektor pemerintah.

“Pelemahan dolar AS terhadap mayoritas mata uang global turut memengaruhi nilai tukar serta posisi utang luar negeri Indonesia,” ungkap Denny dalam keterangannya, Senin (16/6/2025).

Dari total ULN Indonesia, ULN pemerintah menyumbang USD208,8 miliar, tumbuh 10,4 persen dibandingkan April 2024. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibanding Maret 2025 yang hanya 7,6 persen. Kenaikan tersebut disebabkan oleh dua faktor utama: penarikan pinjaman luar negeri dan masuknya modal asing melalui Surat Berharga Negara (SBN).

“Masuknya dana asing mencerminkan keyakinan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia, meski pasar keuangan global masih dibayangi ketidakpastian,” ujar Denny.

Menariknya, sebagian besar penggunaan ULN pemerintah dialokasikan untuk sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 22,3 persen. Sektor lain yang turut didukung termasuk pendidikan, jaminan sosial wajib, dan pertahanan.

Sementara itu, ULN sektor swasta tercatat sebesar USD194,8 miliar, mengalami kontraksi tipis 0,6 persen yoy. Ini lebih baik dibanding Maret 2025 yang mengalami kontraksi 1,0 persen.

Sumber utama ULN swasta berasal dari lembaga keuangan, yang mencatatkan pertumbuhan positif 2,9 persen, membalikkan tren negatif bulan sebelumnya. ULN swasta paling besar digunakan oleh sektor-sektor strategis seperti:

  1. Industri pengolahan
  2. Jasa keuangan dan asuransi
  3. Pengadaan listrik dan gas
  4. Pertambangan dan penggalian

Sektor-sektor ini menguasai sekitar 80 persen dari total ULN swasta.

Meski terjadi kenaikan, Bank Indonesia menegaskan bahwa struktur ULN Indonesia masih berada dalam kategori sehat dan terkendali. Rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) bahkan turun menjadi 30,3 persen pada April 2025, dari sebelumnya 30,6 persen di Maret.

“Ini menunjukkan bahwa porsi utang terhadap kapasitas ekonomi nasional tidak membebani. Apalagi, 85,1 persen ULN Indonesia merupakan utang jangka panjang, yang lebih stabil,” jelas Denny.

BI juga menegaskan akan terus menjaga prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan ULN dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah.

“Peran ULN akan terus dioptimalkan untuk mendukung pembiayaan pembangunan nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Artikel Asli baca di rri.co.id

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

LAINNYA
x