Beranda BERITA Usai Banjir Bandang, SMP Negeri 24 Dipenuhi Lumpur, Arsip dan Buku Jadi...

Usai Banjir Bandang, SMP Negeri 24 Dipenuhi Lumpur, Arsip dan Buku Jadi ‘Bubur’ 

Banjir setinggi 2 meter menyebabkan aset sekolah hancur. (foto: riski/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Usai hujan deras yang memicu banjir di seantero Kota Samarinda pada hari Kamis lalu, 7 Januari 2021 lalu, menyisakan pemandangan kumuh.

Seperti tampak pada salah satu fasilitas pendidikan yang terdampak banjir bandang  yaitu SMP Negeri 24 Samarinda, Jalan Suryanata, Kelurahan Bukit Pinang, Samarinda Ulu, Samarinda. Kini, lingkungan sekolah dipenuhi endapan lumpur tebal.

Ruangan buku dan arsip berantakan diterjang banjir. (foto: riski/headlinekaltim.co)

Kepala SMPN 24 Samarinda, H Umar mengatakan usai hujan yang mengguyur dengan intensitas tinggi,  banjir kurang lebih 2 meter menggenangi kawasan sekolah tersebut.  Ini adalah kejadian pertama kalinya. Sebelumnya, banjir hanya setinggi 30 cm.

“Banjir itu tingginya dua meter di halaman luar sekolah, sedangkan di dalam tingginya 1,5 meter, dengan hitungan menit saja,” ucapnya saat ditemui usai bergotong royong membersihkan sekolah, Sabtu 9 Januari 2021.

Advertisement

“Seluruh fasilitas elektronik yang kami miliki rusak parah, termasuk buku serta arsip sekolahan hancur diterjang air. Komputer yang kami miliki pun rusak, buku dan arsip sudah serupa seperti bubur,” sambungnya.

Dia mengatakan kerugian mencapai Rp100 juta. Hal ini sudah disampaikan ke Dinas Pendidikan Samarinda.

“Kalau saya lihat dari barang-barang eletronik serta fasilitas sekolah yang lain kerugian ya mencapai Rp100 juta,” bebernya.

Umar juga berharap agar pemkot mempertimbangkan agar sekolah ini bisa direlokasi ke tempat yang lebih aman. Itu melihat dari tahun ke tahun banjir di kawasan ini semakin parah.

Baca Juga  Positif COVID-19, Dua Komisioner KPU Samarinda dan Sekretaris Tak Hadiri Pleno Terbuka

“Kalau gini terus, aset sekolahan bisa hancur, jadi saya harap agar pemkot dan dinas pendidikan bisa mempertimbangkan agar sekolah ini dipindah,” pungkasnya.

Penulis: Riski

Editor: MH Amal

 

Komentar
Advertisement