23.6 C
Samarinda
Jumat, Agustus 6, 2021

Tertinggi di Kaltim, Pemkot Samarinda Harus Gencar Hapus Kekerasan Perempuan dan Anak

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Samarinda, tertinggi di Kalimantan Timur. Bahkan dalam update yang dirilis oleh Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DKP3A) provinsi Kaltim bulan Mei tahun 2021,sebanyak 61 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Samarinda.

Dari 61 kasus tersebut, 38 kasus kekerasan dialami perempuan dewasa, dan 15 kasus dialami oleh anak-anak.

Perihal banyaknya kasus kekerasan tersebut mendapat tanggapan dari anggota komisi 2 DPRD Samarinda, Laila Fatihah. Ia menuturkan kekerasan terhadap perempuan dan anak dikarenakan oleh faktor pandemi COVID-19.

“Pemerintah memberlakukan kebijakan Work From House (WFH), ini kan berdampak pada aspek terganggunya masalah keuangan, kesehatan, dan keamanan keluarga, ini merupakan alasan mengapa kekerasan terjadi pada perempuan dan anak,” ungkap Laila saat dikonfirmasi headlinekaltim.co, Senin 14 Juni 2021.

Laila menambahkan budaya juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi. Pasalnya, kerap kali korban yang mengalami kekerasan tidak berani menyuarakan apa yang sudah mereka alami.

“Baik itu kekerasan secara fisik, mental, maupun seksual, korban kesulitan untuk melaporkan kekerasan yang mereka alami,” jelasnya.

“Kembali lagi pada faktor budaya, sehingga korban masih enggan untuk melapor, apalagi pelakunya lebih sering orang terdekat atau kepala keluarga,” sambungnya.

“Karena itu, peran dari masyarakat sangat penting dalam upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak untuk mengurani angka tersebut,” jelasnya.

Kendati demikian, politisi dari fraksi PPP tersebut, meminta agar pemerintah kota (pemkot) Samarinda bersama OPD terkait harus gencar melakukan sosialisasi antisipasi dan hapus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Peran dari pemkot melalui DKP3A Samarinda, dan masyarakat sangat penting dalam upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak untuk mengurani angka tersebut,” pungkasnya. (adv)

Penulis: Riski

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar