src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Bupati Edi Damansyah. (Foto: Andri) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah merasa prihatin karena Kutai Kartanegara tidak bisa memenuhi permintaan tenaga kerja spesifikasi tukang batu untuk menggarap proyek infrastruktur di IKN.
“Kita ada permintaan untuk menyediakan 500 orang pekerja tukang batu, tapi kita tidak bisa memenuhinya,” keluh Bupati Edi Damansyah kemarin.
Bupati Edi menyebut, kekalahan tenaga kerja lokal karena tidak ada yang miliki sertifikasi keahlian tukang batu. Tukang batu yang diminta IKN pun ada tingkatannya.
“Ternyata, tukang batu saja ada level 1,2 dan 3. Ini yang tidak diperhatikan kita selama ini di kukar,” paparnya.
Bupati Edi menilai, sangat wajar jika investor yang mengerjakan proyek skala besar mendatangkan tenaga kerja tukang dari Pulau Jawa. Sebab, banyak yang sudah mengantongi sertifikasi keahlian.
“Jika kita tidak mengikuti apa yang dilakukan di Jawa, dengan mendorong tenaga kerja lokal ikut sertifikasi keahlian, maka kita akan tertinggal dan kalah bersaing,” katanya.
Pemkab Kukar, sebut Edi, akan berkonsentrasi meningkatkan kualitas SDM dengan memberikan pelatihan keahlian yang sesuai standar pasar dunia kerja.
“Untuk mewujudkan itu, Pemkab Kukar sudah bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi yang ada di kaltim dan luar kaltim, serta lembaga sertifikasi keahlian,” ucapnya.
Kepala Dinas PU Kukar, Wisnu Wardhana Amin membenarkan apa yang dikatakan bupati. Untuk terlibat dalam kegiatan infrastruktur IKN, dibutuhkan sertifikasi keahlian termasuk untuk tenaga tukang.
“Tenaga tukang kita yang belum punya sertifikasi keahlian akan diberikan pelatihan tukang yang berstandar dan memiliki sertifikasi keahlian dari Kementerian PUPR RI,” sebutnya. (#)
Penulis: Andri