24.4 C
Samarinda
Saturday, June 25, 2022

Tahun Ini, Berau Hanya Berangkatkan 68 Calon Haji

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama Kabupaten Berau, Djaelani mengatakan kuota jemaah calon haji di Kabupaten Berau tahun 2022 sejumlah 68 orang.

Untuk keberangkatan mereka tidak lagi dibebankan biaya tambahan ongkos naik haji karena sudah melunasinya pada tahun 2020.

“Jadi optimalisasi pelunasan dana di tahun 2020 untuk menutupi nilai kenaikan biaya ongkos naik haji tahun 2022, kecuali kalau ada jamaah yang menarik pelunasan  tahun 2020 maka dia akan dibebankan untuk membayar biaya selisih kenaikan haji tahun 2022,” ucapnya pada Selasa, 10 Mei 2022.

Namun, dari 68 calon haji tersebut tidak ada yang melakukan penarikan dana. Saat ini, sedang diproses konfirmasi pelunasan setoran ke perbankan dari masing-masing  calhaj.

“Yang dibutuhkan konfirmasi saja, bahwa bukti setoran lunas. Nanti pihak bank akan mengecek kebenarannya kalau jemaah lunas pembayaran 2022,” tuturnya.

Untuk batas pelunasan, konfirmasinya dari tanggal 9 – 20 Mei 2022. Jadi kalau ada jamaah dari tanggal itu tidak melakukan konfirmasi berarti jemaah tersebut dianggap mundur. Statusnya akan digantikan dengan jamaah urutan di bawah. Ada cadangan 14 Calhaj.

Penurunan kuota Calhaj ini imbas dari kebijakan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang menetapkan jumlah kuota haji bagi negara yang mengirimkan jamaah.

Untuk Indonesia, jumlah kuota haji pada tahun 2022 sebanyak 100.051 jemaah. Khusus Berau, terangnya, kuota normal yang berangkat setiap tahun sebanyak 149 jemaah.

Tahun ini, hanya 68 jemaah dan 14 nama cadangan.“Untuk kloter pertama itu akan berangkat awal bulan Juni, Kabupaten Berau ini belum diketahui masuk kloter berapa, kalau sudah ada penetapan tanggal kan baru tahu di kloter berapa,” katanya.

Ditambahkannya, Calhaj se-Kaltim hanya 3 kloter yang akan berangkat pada tahun ini. Biasanya sampai 6 kloter.

Hal terpenting bagi Calhaj adalah sudah mendapatkan vaksin booster. “Jadi tidak ada karantina. Ya seperti biasa, masuk asrama diperiksa jika dianggap layak untuk berangkat ya berangkat, tapi kalau dari hasil pemeriksaan ada penyakit mengharuskan dia untuk rawat inap bisa ditunda keberangkatannya,” jelasnya.

Kata dia, keberangkatan haji tahun ini minimal  18 tahun, maksimal 65 tahun. “Jadi, 65 tahun itu berlakunya di masa pandemi ini saja. Kalau sudah normal maka syaratnya akan kembali seperti biasa,” pungkasnya.

Penulis: Riska

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU