src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Sosialisasi Germas, Gubernur Kaltim : Sehat Adalah Harta Termahal Kita Miliki

Sosialisasi Germas, Gubernur Kaltim : Sehat Adalah Harta Termahal Kita Miliki

2 minutes reading
Monday, 16 Nov 2020 17:42 345 Muhammad Yamin

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Momentum Hari Kesehatan Nasional ke 56 ini, hendaknya masyarakat tetap semangat, optimis dan solidaritas nasional untuk membiasakan hidup sehat.

Apalagi saat ini Indonesia, khususnya Kaltim menghadapi Covid-19 yang memberi dampak besar di seluruh lini kehidupan.

Demikian hal ini disampaikan Gubernur Kaltim Isran Noor dalam Sosialisasi kebijakan kesehatan dan Germas dengan tema “Jaga diri keluarga dan masyarakat. Selamatkan bangsa dari pandemi Covid-19”.

“Peringatan Hari Kesehatan Nasional tahun ini mengingatkan kita betapa pentingnya kesehatan. Tak ada guna harta benda, pangkat kedudukan, apabila kesehatan tidak kita miliki,” kata Isran dalam sambutannya dibacakan Staf Ahli Bidang Polhukam Wahyu Widhi Heranata.

Sosialisasi kebijakan kesehatan dan Germas melalui pertemuan virtual zoom diikuti oleh pimpinan OPD di lingkup Pemprov Kaltim digelar di Ruang Rapat Tepian 1 Lantai 2 Kantor Gubernur Kaltim, Senin 16 November 2020.

Gubernur Kaltim menghimbau masyarakat agar untuk selalu bersyukur dan selalu hidup sehat. “Karena sehat adalah harta termahal yang kita miliki,” katanya.

Pemerintah Provinsi, kata Isran Noor secara serius dan bersungguh-sungguh memberikan segala daya upaya untuk membangun kesehatan, khususnya di era pandemi Covid-19 sekarang ini.

“Covid-19 belum bisa dihilangkan secara total dan masih berkembang. Saya berpesan, mari kita bersama kampanyekan hidup sehat, jaga diri dan keluarga, masyarakat dari Covid-19,” pesannya.

Atas nama Pemprov Kaltim, Isran juga menyampaikan berterima kasih kepada tenaga kesehatan yang terlibat dalam penanganan Covid-19.

“Kepada korban yang meninggal Covid-19, saya doakan agar diterima amal ibadahnya oleh Allah, keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan,” kata Isran.

Gubernur mengucapkan apresiasinya dan terima kasih atas terlaksananya sosialisasi kebijakan kesehatan dan Germas, sekaligus mengucapkan selamat Hari Kesehatan Nasional.

Pandemi Covid-19 di Indonesia, khususnya di Kaltim belum bisa dipastikan kapan akan berakhir. Minimnya kedisiplinan masyarakat untuk menerapkan dan mendisiplinkan protokol kesehatan (prokes) turut memperparah keadaan.

“Banyak pihak yang belum bisa mendisiplinkan diri prokes. Ini penting dilakukan, karena kebiasaan kita kedepan harus dapat mewujudkan protokol kesehatan, jika ingin tetap produktif namun tetap aman,” kata Sekretaris Dinkes Kaltim Andi Muhammad Ishak yang membuka pertemuan sosialisasi ini.

Menurut Andi, tak hanya kepatuhan disiplin yang rendah membuat sulit memutus penularan Covid-19. Namun, dikarenakan juga persepsi masyarakat yang cenderung takut akan Covid-19 tetapi tetap saja enggan menerapkan prokes.

“Dari survei diketahui ada juga masyarakat yang cenderung takut tapi tidak yakin kalau Covid ini benar-benar ada. Ini yang menyebabkan masyarakat abai pada protokol kesehatan sehingga menyulitkan pengendaliannya,” terangnya.

“Wujudkan kesadaran bersama dan semua pihak untuk pentingnya menerapkan 3M, agar terhindar dari virus Covid-19,” serunya. (ADV)

Penulis : Ningsih
Editor : Amin

LAINNYA
x