src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Solar Langka, Nelayan Mengeluh, Dewan Merespon

Solar Langka, Nelayan Mengeluh, Dewan Merespon

waktu baca 2 menit
Senin, 24 Okt 2022 16:21 263 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Menurunnya pasokan ikan di pasaran diakibatkan sulitnya nelayan dalam memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar sehingga hasil tangkapan dari para nelayan menjadi tidak maksimal.

Ketua Komisi II DPRD Berau, Andi Amir menyampaikan dirinya belum mengetahui secara persis terkait kelangkaan solar yang terjadi. Dikatakan, dirinya juga belum berkoordinasi dengan Kepala Dinas Perikanan Berau.

“Biasanya nelayan kita dapat jatah khusus dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan,” jelasnya pada Sabtu 22 Oktober 2022 lalu.

Disampaikan, banyak nelayan yang mengeluhkan persoalan harga dan kelangkaan BBM ketika dirinya ke wilayah pesisir selatan.Hal ini membuat hasil tangkapan nelayan menurun di pasaran.

“Karena itulah banyak nelayan yang tidak melaut,” ucapnya.

Beberapa waktu lalu, kata dia, pihaknya sudah memanggil pihak Pertamina dan Dinas Perikanan untuk membahas terkait dampak dari kelangkaan solar tersebut.

“Nanti saya akan coba cek kembali dalam waktu dekat ini,” tegasnya.

Menurutnya, terkhusus di wilayah Talisayan, Batu Putih, dan Biduk-Biduk yang merupakan penghasil ikan terbesar di Kabupaten Berau, Komisi II akan mencari tahu penyebab dari kelangkaan solar tersebut.

“Untuk itu, saya akan koordinasi dulu dengan setiap camat yang ada di pesisir guna memastikan hal itu,” sebutnya.

Pihaknya berupaya untuk memastikan solar dapat diperoleh nelayan agar pemasokan ikan di pasaran kembali normal. (Adv)

LAINNYA
x