src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
banjir merendam sembilan kampung di Kabupaten Berau. (ist) HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Curah hujan yang masih tinggi pada pekan terakhir Maret ini membuat air sungai Kelay meluap. Akibatnya, sembilan kampung dari tiga kecamatan di Kabupaten Berau terendam banjir dengan ketinggian sekitar 1,5 hingga 2 meter.
Berdasarkan data dari BPBD Berau, sembilan kampung tersebut yakn, Kampung Inaran, Bena Baru, Tumbit Dayak, Long Lanuk, Pegat Bukur di Kecamatan Sambaliung. Kampung Tumbit Melayu dan Labanan Makarti di Kecamatan Teluk Bayur. Kampung Merasa di Kecamatan Kelay.
Bupati Sri Juniarsih Mas meminta kepada dinas terkait untuk gerak cepat melakukan penanganan korban terdampak dan masalah akibat banjir tahunan tersebut. Banjir ini menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah.
“Saya juga berharap perusahaan yang beroperasi di sekitar kampung terdampak banjir dapat memberikan kontribusinya untuknya membantu masyarakat,” tegasnya pada Jumat, 28 Maret 2025.
Menurutnya, kolaborasi ini perlu dilakukan untuk mengurangi beban korban banjir sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di sana.
Dalam mengatasi bencana ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau telah membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) multisektor berdasarkan SK Bupati Nomor 588/2024 sebagai bentuk kolaborasi terpadu penanggulangan bencana.
Kata dia, saat ini TRC pun telah bergerak ke sejumlah kampung yang mengalami musibah banjir. Di tengah cuaca ekstrem saat ini, Sri Juniarsih mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada. “Kita berharap musibah banjir ini cepat surut,” harapnya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat mengatakan untuk hari ketiga bencana, pihaknya berencana melakukan tiga aksi. Pertama, melakukan evakuasi orang, harta benda, dan membantu dropping belanja atau pergerakan orang.
Kedua, usia rentan seperti ibu hamil, balita, lansia, orang sakit dan disabilitas. “Kami dibantu dengan teman-teman PMI Berau untuk medisnya. Apabila ada indikasi yang sakit maka kami akan evakuasi ke rumah sakit atau puskesmas terdekat,” jelasnya.
Ketiga, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga anak-anaknya. Seperti tidak bermain saat banjir, karena ada ancaman hewan buas, berbisa, dan ancaman terseret arus banjir.
“Kami meminta masyarakat untuk tetap menjaga kesehatannya, karena hujan akan berlangsung lebih lama. Hati-hati dengan diare dan penyakit kulit lainnya,” tuturnya.
Berdasarkan laporan tadi malam, banjir yang terjadi cukup parah karena di hulu, tengah dan hilir hujan. Mulai tadi malam beberapa warga melakukan evakuasi mandiri. Pihaknya dibantu Basarnas melakukan evakuasi di Kampung Pegat Bukur.
Menurutnya, kebutuhan yang mendesak saat ini adalah kebutuhan pokok, kebutuhan untuk wanita dan balita.
“Ketinggian air lebih dari sepinggang orang dewasa untuk umumnya. Sementara, data kampung yang terdampak ini diperkirakan akan bertambah, kita tunggu rilisnya,” ungkapnya.
Kepala Stasiun Meteorologi Kalimarau Berau, Ade Heryadi menjelaskan, berdasarkan analisis dinamika atmosfer, saat ini terpantau adanya bibit siklon tropis ‘96W’ (pusat tekanan rendah) di Samudera Pasifik timur Filipina yang menyebabkan belokan angin di Laut Sulawesi dan konvergensi di wilayah Berau.
“Secara spasial, aktivitas MJO dan Low Frequency diperkirakan tetap aktif di wilayah Berau hingga 30 Maret 2025,” bebernya.
Berdasarkan analisis tersebut, masih terdapat potensi banjir susulan akibat hujan dengan intensitas lebat-sangat lebat malam sampai pagi hari dan naiknya level permukaan sungai di bagian hulu Sungai Kelay.
Berdasarkan pantauan data level ketinggian permukaan Sungai Kelay di Kampung Merasa mengalami kenaikan secara konstan dari mulai pukul 01.40 Wita, saat ini pada level ketinggian 20.49 MDPL.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk menjauh dari bantaran sungai dan tidak beraktivitas di pinggir sungai. Kemudian, mengikuti arahan pemerintah setempat, BPBD, TNI/Polri untuk melakukan tindakan yang tepat agar bisa menghindari risiko buruk dari dampak banjir. (Riska)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim