src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kondisi jalan yang kembali tertutup longsor. (foto: Ningsih/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Sudah tiga hari, satu jalur poros Jalan Pattimura, Mangkupalas-Palaran, Kota Samarinda, tertutup material longsoran tanah basah bercampur air.
Tak hanya itu, batu-batu berukuran besar berhamburan di badan jalan pada sisi arah jalur Palaran. Ada 3 unit alat berat milik UPTD Dinas PUPR Provinsi Kaltim disiagakan tak jauh dari lokasi longsoran.
Pantauan headlinekaltim.co di lokasi longsoran pada Sabtu, 9 Januari 2021, terlihat kendaraan yang melintas di ruas jalan Provinsi Kaltim tersebut mengurangi kecepatannya.
Pasalnya, saat masuk di jalur tikungan Miramar Mangkupalas, kendaraan menggunakan satu jalur hingga puncak jalur Gunung Kalhold. Lajur yang digunakan ini yaitu dari arah Mangkupalas.
Sedangkan jalur dari arah sebaliknya ditutup karena adanya dua titik longsoran yang menutup badan jalan. Titik longsor pertama dengan titik kedua berjarak kurang dari 50 meter.
Pengguna kendaraan roda dua juga harus berhati-hati saat melintas di jalur tersebut karena material longsoran terbawa air dari bukit menyebabkan permukaan jalan licin.
Kepala UPTD Pemeliharaan Infrastruktur Wilayah II Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR PERA) Kaltim Joniansyah mengatakan material longsoran tanah terus turun saat hujan deras mengguyur Samarinda Seberang sejak tiga hari lalu. Selain material tanah dan lumpur, longsor juga membawa batu-batu berukuran besar.
Dikatakan Joniansyah, pihaknya sebenarnya sudah melakukan pengerjaan pembersihan material longsor sepekan lalu dan telah selesai. Namun saat hujan, longsoran kembali terjadi di lokasi yang sama.
“Sudah selalu dikerjakan dan kebetulan musim hujan. Jadi kita stand by terus alat berat di sana,” ujarnya.
“Ada satu longsoran tanah lagi yang menutup setengah badan jalan (satu jalur, red),” lanjutnya.
Untuk pengerjaan pembersihan material longsoran di jalur Mangkupalas-Palaran, Joniansyah menyebut akan dilakukan setelah melihat kondisi tak ada lagi longsor susulan. Lantaran, kondisi dan struktur tanah di bukit Mangkupalas masih terus bergerak.
“Alat berat juga sudah di sana untuk dibersihkan tanahnya,” katanya.
Masalah longsor, kata dia, tak hanya terjadi di jalur Mangkupalas-Palaran. Beberapa wilayah juga mengalami hal yang sama sehingga pihaknya fokus pada penanganan yang sifatnya urgen.
“Jalan ring road 2 juga longsor dan beberapa wilayah lain,” pungkasnya.
Penulis : Ningsih
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim