src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi. (Antara Kaltim/Muhammad Hafif Nikolas)HEADLINEKALTIM.CO, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini bersiap menyongsong momen strategis dalam sejarah Indonesia: bonus demografi yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada 2045, bertepatan dengan momen Indonesia Emas. Fokus utama adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya kalangan pemuda Kutim, agar mampu memanfaatkan momentum emas ini demi kemajuan daerah dan bangsa.
Bonus demografi, SDM pemuda Kutim, Indonesia Emas 2045, peran pemerintah daerah, serta program kepemudaan menjadi lima kata kunci utama yang menjadi fokus pemberitaan ini, memperkuat kekuatan SEO dan daya jangkau konten di platform digital.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, dalam pernyataannya di Sangatta, Senin (20/5), menekankan bahwa kekayaan alam yang dimiliki Kutai Timur seharusnya menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk berkembang dan berkontribusi nyata. Namun, menurutnya, semua itu tidak akan berarti jika kualitas SDM tidak ditingkatkan.
“Kabupaten Kutim memiliki alam yang kaya, sangat disayangkan jika sumber daya manusia khususnya para pemuda tidak mampu mengembangkan potensi yang ada,” ujarnya.
Mahyunadi menilai bahwa Pemkab Kutim tidak boleh tinggal diam. Ia menyambut baik seruan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka yang secara nasional mengajak pemuda untuk lebih aktif dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas diri menjelang bonus demografi.
“Sektor kepemudaan di Kutai Timur harus lebih maju dan mampu bersaing, bukan hanya di skala daerah, namun dapat terlihat secara global,” tegas Mahyunadi.
Tak hanya berhenti pada seruan moral, Pemkab Kutai Timur juga berkomitmen menjadi mitra strategis bagi generasi muda. Pemerintah akan aktif mendukung berbagai program yang dapat mendorong potensi anak muda, baik di sektor pendidikan, pelatihan keterampilan, hingga kewirausahaan.
“Jadi yang menggerakkan itu pemerintah. Kalau kalangan muda bergerak, Indonesia Emas dan Kutim Hebat 2045 bukan sekadar angan kita,” tambah Mahyunadi optimis.
Senada dengan Mahyunadi, Legislator muda Kutim, Fandi Widiarto, turut mengajak seluruh elemen pemuda untuk bersiap menghadapi transisi besar yang akan terjadi lima hingga sepuluh tahun ke depan. Menurutnya, masa depan Kutim akan sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya saat ini.
“Saya mengajak teman-teman pemuda, ayo kita bantu pemerintah, kita dukung pembangunan yang inklusif,” serunya.
Fandi menegaskan pentingnya sinergi antara program-program daerah dengan kebutuhan generasi muda masa kini, yang cenderung dinamis dan berorientasi pada pengembangan minat dan bakat.
“Pemerintah harus membuat program-program yang sinergi dengan kebutuhan anak muda, sehingga mereka diberdayakan dengan baik,” ucapnya.
Sebagai bentuk nyata dari komitmen legislator terhadap kepemudaan, Fandi menyebutkan bahwa DPRD Kutim saat ini sedang menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kepemudaan. Raperda ini diharapkan menjadi dasar hukum yang kuat untuk membuka ruang gerak yang lebih luas bagi para pemuda Kutai Timur.
“Dengan adanya Raperda ini, pemuda Kutim akan lebih bebas berkreasi dan mendapatkan perlindungan serta dukungan dalam pengembangan potensi mereka,” jelas Fandi.
Tak tinggal diam, kalangan organisasi pemuda juga mulai aktif menyambut arah baru ini. Ketua Pemuda Kutim Hebat, Habibi, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mengawal dan bersinergi dengan pemerintah demi mewujudkan kesejahteraan daerah melalui sektor kepemudaan.
“Tentunya segala program akan kami kawal ke depannya. Terkait masalah ketenagakerjaan, bidang pertanian, keolahragaan dan lainnya,” tegas Habibi.
Pemuda Kutim Hebat menjadi simbol semangat baru dalam gerakan pemuda lokal yang tak hanya ingin didengar, tetapi juga siap bergerak bersama.
Artikel Asli baca di antaranews.com
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya