src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Rp300 Miliar dari BUMN Korea Selatan, Penajam Paser Utara Bersiap Tingkatkan Pertanian Cerdas

Rp300 Miliar dari BUMN Korea Selatan, Penajam Paser Utara Bersiap Tingkatkan Pertanian Cerdas

2 minutes reading
Thursday, 17 Jul 2025 13:12 289 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, PENAJAM – Kabupaten Penajam Paser Utara di Provinsi Kalimantan Timur bersiap menerima suntikan dana hibah senilai Rp300 miliar dari salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Korea Selatan. Hibah ini akan difokuskan untuk pembangunan sektor pertanian, termasuk pengembangan smart farming dan peningkatan kualitas benih padi unggul. Fokus kerja sama ini menjadi angin segar bagi peningkatan produktivitas pertanian lokal.

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbang) Kabupaten Penajam Paser Utara, Tur Wahyu Sutrisno, menyebutkan bahwa kerja sama dengan PT Informasi Geo Sistem (IGS) – perusahaan asal Korea Selatan yang memperoleh dana hibah – saat ini sedang dalam tahap finalisasi.

“Juni 2025, sudah tanda tangan kesepakatan, tapi masih perlu dibahas hukumnya, sistem penyaluran dan peruntukan anggaran tersebut,” ujar Tur Wahyu saat ditemui di Penajam, Rabu, dikutip dari Antara Kaltim.

Program ini merupakan bagian dari bantuan hibah Pemerintah Korea Selatan kepada sektor pertanian Indonesia yang disalurkan melalui Kementerian Pertanian. PT IGS akan menjadi pelaksana utama program selama tiga tahun, termasuk di wilayah Penajam Paser Utara.

Hingga saat ini, mekanisme penyaluran dana masih terus dibahas oleh pihak terkait. Belum ada kepastian apakah dana akan langsung ditransfer ke rekening daerah atau disalurkan melalui kementerian di tingkat pusat.

Dana hibah senilai Rp300 miliar ini rencananya akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur pertanian, penerapan teknologi pertanian cerdas atau smart farming, peningkatan kapasitas petani dan penyuluh pertanian, serta pengembangan benih padi unggul lokal.

Pemkab Penajam saat ini tengah melengkapi sejumlah dokumen administratif sebagai prasyarat pencairan hibah. “Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara diminta melengkapi berkas-berkas administrasi seperti surat pernyataan dukungan dari pemerintah kabupaten dan provinsi setempat,” jelas Tur Wahyu.

Ia menambahkan bahwa proses realisasi hibah masih akan memakan waktu cukup panjang karena melibatkan kerja sama lintas negara.

“Program penggunaan dana hibah Rp300 miliar diusulkan untuk peningkatan dan pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara,” imbuhnya.

Penajam Paser Utara sendiri memiliki potensi besar di sektor pertanian. Tercatat, terdapat sekitar 9.000 hektare lahan pertanian, dengan 7.900 hektare di antaranya berupa sawah produktif yang tersebar di empat kecamatan. Tak hanya itu, lebih dari 700 kelompok tani aktif bergerak mengelola lahan dan mendukung ketahanan pangan daerah.

Artikel Asli baca di antaranews.com

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x