33.4 C
Samarinda
Saturday, July 2, 2022

RKB Kukar Minta Hukum dan Denda Adat Diberlakukan kepada Edy Mulyadi dkk

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Remaong Koetai Beraya (RKB) Kutai Kertanegara bersama perwakilan 69 warga yang tergabung dari Ormas, Perkumpulan, Laskar, dan paguyuban di Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar konsolidasi terkait statement kontroversial yang dilakukan oleh Edy Mulyadi terkait pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa 25 Januari 2021.

Dalam konsolidasi tersebut mereka menuntut agar Edy Mulyadi dkk harus segera ditangkap. Lantaran perkataan mereka yang sudah menyakiti hari masyarakat Kalimantan.

“Disini kami menyikapi sakit hati seluruh masyarakat Kalimantan. Jadi Edy Mulyadi dkk harus datang langsung ke Kalimantan untuk meminta maaf secara langsung,” ungkap Ketua DPP RKB, Hebby Nurul Arafat saat diwawancara awak media.

“Dan mereka harus menjalani hukum adat dan denda adat yang ada di Kaltim,” sambungnya.

Hebby menambahkan pihaknya akan mendatangi Polda Kaltim guna memberikan laporan atas apa yang diperbuat oleh Edy Mulyadi dkk.

“Jam belum tau kapan, namun besok kami akan langsung menuju Polda Kaltim untuk menindaklanjuti kasus Edy Mulyadi. Dan untuk waktu tenggangnya, kami minta dalam 1×24 jam pihak kepolisian harus menangkap Edy Mulyadi,” jelasnya.

Disinggung mengenai hukum adat seperti apa yang akan dilakukan, Hebby masih enggan berkomentar lantaran hukum tersebut merupakan sifat yang sakral.

“Kalau itu (hukum adat) masih dirumuskan dulu, karena di Kalimantan ini akan ada Kutai, Banjar, Dayak, Paser, Tidung. Mungkin nanti akan ada pertemuan dalam waktu ini,” tandasnya.

Penulis: Riski.                                                Editor: Mh amal

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU