src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Ratusan Pasien RSUD Abdul Rivai Berau Tak Nyoblos, Ini Penyebabnya

Ratusan Pasien RSUD Abdul Rivai Berau Tak Nyoblos, Ini Penyebabnya

3 minutes reading
Thursday, 15 Feb 2024 19:46 426 Muhammad Yamin

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Sekitar 200 pasien RSUD Abdul Rivai tidak bisa nyoblos atau tidak dapat berpartisipasi memberikan hak suaranya dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Hal ini sangat disayangkan mengingat pendamping pasien juga tidak dapat menyalurkan hak suaranya.

Para pasien tidak dapat menyoblos di TPS masing-masing karena sedang dirawat di rumah sakit dan belum terdaftar pindah TPS. Apalagi ada beberapa pendamping pasien yang datang dari jauh sehingga tidak memungkinkan untuk kembali ke TPS di tempat asalnya.

Ketua KPU Berau Budi Harianto, menyampaikan Pihak RSUD Abdul Rivai belum menyetorkan data pasien yang dirawat saat H-7 maupun H-3 pencoblosan. “Berdasarkan regulasi, rumah sakit masuk dalam kategori pindah memilih sampai H-7,” ungkapnya.

Menurutnya, karena data tidak diberikan maka tidak bisa dilakukan pemungutan suara. Bahkan pihaknya sudah bersurat terkait permintaan data pasien rawat inap yang dapat memberikan hak pilihnya saat hari H pencoblosan.

Sementara, Tim Humas RSUD Abdul Rivai, Dani Apriat Maja, mengatakan permintaan dari KPU terkait data pasien saat H-7 Pemilu 2024 itu tidak memungkinkan, pasalnya orang yang masuk rumah sakit tidak dapat diprediksi dan dipastikan.

“Karena kita tidak dapat memastikan berapa pasien yang dirawat atau tidak. Jadi data pasien H-7 Pemilu ini sangat tidak logis. Jangankan per hari, kadang per jam saja ada pasien yang masuk maupun keluar rumah sakit, jadi tidak dapat diprediksi,” jelasnya.

Menurutnya, orang yang sakit tidak dapat direncanakan tiga atau tujuh hari kedepan bakal masuk rumah sakit. Aturan pemilu 5 tahun lalu, pendataan dapat dilakukan KPU melalui a a Suara (PPS) hingga H-1 Pemilu. “Hal ini sangat disayangkan jika aturan yang diterapkan sekarang membuat pasien di RS terpaksa Golput,” bebernya.

Kata dia, seakan-akan RSUD Abdul Rivai yang salah karena tidak bisa memberikan data pasien saat H-7. Para pasien yang masih dirawat pada tanggal 14 Februari 2024 mengaku sangat kecewa karena tidak bisa memberikan hak suaranya. Sehingga hal ini menjadi pertanyaan dari pihak rumah sakit, pasien, maupun pendamping pasien.

“RSUD Abdul Rivai terbuka lebar untuk penyelenggara dalam melakukan pendataan dan lainnya. Beberapa kali pemilu kita selalu didatangi oleh PPS untuk didata, namun tahun ini hingga hari pencoblosan tidak ada PPS yang datang mendata,” ucapnya.

Dani menambahkan, ketika Pilkada di tengah Pandemi Covid-19 pihaknya memberikan akses selebar-lebarnya. “Jadi sangat tidak rasional seolah-olah kami yang tidak mengajukan, dan kita bukan baru ini ada pemilu di Rumah sakit,” ungkapnya.

Sudah berapa kali Pemilu selalu ada TPS keliling. Namun tahun ini tidak ada. Hal ini dipertanyakan oleh para pasien. “Padahal di daerah lain ada yang menjalankan TPS keliling, seharusnya hal yang tidak bisa diprediksi seperti ini ada aturan yang memudahkan. Jangan sampai hak suara dari ratusan pasien yang hilang ini dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya. (Riska)

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x