src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Rancangan KUA-PPAS APBD 2023 dan  KUPA-PPAS Perubahan 2022 Disahkan

Rancangan KUA-PPAS APBD 2023 dan  KUPA-PPAS Perubahan 2022 Disahkan

2 minutes reading
Monday, 22 Aug 2022 12:25 251 Muhammad Yamin

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – DPRD Kaltim menggelar rapat Paripurna ke-30 dan ke-31, di ruang rapat Gedung D lantai 6 Kantor DPRD Kaltim, Jumat 19 Agustus 2022.

2 agenda penting yang dilaksanakan adalah penandatanganan kesepakatan antara DPRD Kaltim dan Gubernur Kaltim atas Rancangan Perubahan KUA Perubahan PPAS APBD tahun anggaran 2022 dan penandatanganan kesepakatan antara DPRD dan Gubernur Kaltim atas Rancangan KUA-PPAS APBD tahun 2023.

Penandatanganan dilakukan oleh Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK, Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun, Wakil Ketua Seno Aji, Wakil Ketua Sigit Wibowo dan Gubernur Kaltim yang diwakili oleh Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Riza Indra Riyadi.

Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun mengatakan, penganggaran lebih besar masih banyak diberikan untuk pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.

“Pasti belanja wajib untuk fungsi pendidikan itu minimal 20 persen, kesehatan 10 persen, kemudian infrastruktur, ” ucapnya pada awak media.

Dikatakan politisi dari PDIP ini, sejak awal pembahasan KUA-PPAS antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltim bersama dengan TAPD Kaltim hingga sebelum sampai penandatanganan KUA-PPAS dan KUPA-PPAS, dirinya terus mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dan intansi terkait untuk mengantisipasi terjadinya over inflasi sebagai dampak krisis energi dan krisis pangan yang melanda dunia.

“Catatan penting lainnya, kemarin saya sampaikan untuk antisipasi over inflasi yang memungkinkan akan terjadi. Karena dunia mengalami krisis energi dan krisis pangan. Kalau krisis energi ini akan berdampak luas, ini yang harus diantisipasi,” katanya.

Selain itu, Samsun juga mengingatkan Pemprov Kaltim akan kasus lonjakan COVID-19 di Kaltim.

“Kemungkinan akan terjadi lonjakan COVID-19, saya khawatir ini masih menjadi ancaman juga. Karena peluangnya ada untuk COVID-19 naik, ” ujarnya.

Untuk itu, dia mendorong Pemprov Kaltim untuk dapat bekerja lebih maksimal untuk meningkatkan pendapatan.

“Target pendapatan kita juga harus terpenuhi, termasuk target belanja pemerintahan, ” katanya. (Adv/Ningsih)

LAINNYA
x