Beranda BUMI ETAM Pria Ini Lempar Mantan Istri dengan Pelang Motor, Rencana Rujuk Kandas

Pria Ini Lempar Mantan Istri dengan Pelang Motor, Rencana Rujuk Kandas

Barang bukti penganiayaan. (Foto: Riski/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pria berinisial MS (27), warga Jalan Jakarta, Gang Swadaya, Kelurahan Loa Bakung, Sungai Kunjang, Samarinda menganiaya wanita berinisial RS (35), mantan istrinya. Pelaku melempar korban dengan pelang motor hingga mengalami retak tulang di tangan kiri.

“Awalnya pelaku meminjamkan motor korban kepada rekannya. Lantaran motor tak kunjung kembali, dia marah hingga akhirnya terjadi pertengkaran hingga penganiayaan tersebut. Pelaku melempar korban dengan pelang motor,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Sungai Kunjang, Iptu Purwanto saat dikonfirmasi Rabu 2 Desember 2020.

Tak puas hanya dengan melemparkan pelang motor. MS juga melemparkan sapu ke badan korban. Lalu meninju bagian mata sebelah kanan korban. Saat korban terjatuh ke lantai, MS pun menyeretnya tanpa iba sedikitpun.

“Akibat penganiayaan itu, korban mengalami retak di bagian tulang tangan kirinya, luka memar kaki kanan dan kiri , memar di mata sebelah kanan, memar dibagian kepala, dan di badan belakang,” ujarnya.

Advertisement

Setelah mendapatkan laporan, Polsek Sungai Kunjang langsung menangkap MS di kediamannya di Jalan Jakarta Gg Swadaya Nomor 20, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda. Polisi mengamankan barang bukti sapu dan pelang motor.

RS tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat dari penganiayaan tersebut. “Pelaku beserta barang bukti sudah di amankan di Polsek,” jelasnya.

Purwanto juga menambahkan, sebelum terjadi penganiayaan, keduanya berniat untuk memperbaiki hubungan pernikahan mereka alias rujuk. Sayangnya, hal itu kandas akibat penganiayaan sang mantan.

Baca Juga  Soal Desakan Penundaan Pilkada, Barkati: Saya ikuti Aturan

“Keduanya memang sudah berniat akan rujuk pada bulan ini,” paparnya.

Pelaku dijerat pasal 351 KHUP tentang penganiayaan dengan ancaman 5 tahun penjara.

Penulis: Riski

Editor: MH Amal

Komentar
Advertisement