24.4 C
Samarinda
Friday, March 1, 2024

Polres Kutim Amankan 3 Pelaku Penyelundupan Kayu, 1 Orang Masih Berumur 14 Tahun

HEADLINEKALTIM.CO, SANGATTA – Satreskrim Polres Kutai Timur (Kutim) berhasil mengungkap kasus penyeludupan kayu pada Senin 13 Februari 2023.

Dari pengungkapkan itu, polisi mengamankan 224 potong kayu ulin dengan ukuran 6x15x2 meter sebanya 3 kubik, dan dua pelaku yang diantaranya masih berumur 14 tahun.

Kepada awak media, Kapolres Kutai Timur AKBP Anggoro Wicaksono melalui kasat Reskrim Iptu I Made Jaya Wiranegara menuturkan pengungkapan itu bermula saat anggota kepolisian mendapatkan informasi dari masyarakat adanya penyeludupan kayu di jalan Poros Sangatta-Bengalon, kilometer 16, Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara.

“Dari laporan itu, tim langsung melakukan penyelidikan. Saat melakukan lidik, kami ada gelagat mencurigakan dari salah satu pelaku. Saat diperiksa, di mobil pikap itu ada kotak buah untuk mengelabuhi petugas. Pas dicek sama anggota, di bawahnya (kotakan buah) ada tumpukan kayu itu,” ungkap Wiranegara saat menggelar konfrensi pers, Sabtu 18 Februari 2023.

Iptu I Made Jaya Wiranegara menjelaskan  dari penangkapan itu petugas mengamankan tiga orang diduga pelaku. Namun, seiring pemeriksaaan dan diungkapnya fakta-fakta, penyidik menetapkan dua di antaranya sebagai tersangka.

“Awalnya kami amankan tiga orang, dan dua kita tetapkan sebagai tersangka. Satu berinisial H (19) dan satunya masih berusia 14 tahun. Satunya lagi kita jadikan sebagai saksi,” jelasnya.

Lanjut Wiranegara, selain ratusan kayu polisi juga turut mengamankan dua kendaraan jenis pikap bernopol KT 8207 RT dan DD 8042 FC yang pelaku untuk mengangkut kayu dari kawasan Batu Ampar menuju Sangatta.

“Perannya pelaku ini sama. Dia ini (jual kayu) musiman. kalau ada (kayu) dibawa kalau enggak ada, ya enggak. Ini bukan mata pencarian utama soalnya,” bebernya.

Kepada petugas, pelaku mengaku kalau kayu ulin tersebut dia beli dari seseorang yang berada di kawasan Batu Ampar senilai Rp 2,3 juta. Selanjutnya, kayu ulin akan kembali dijual ke Sangatta senilai Rp 3,2 juta sampai Rp 3,5 juta per kubiknya.

“Sekarang sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Untuk yang di bawah umur sudah kita koordinasikan ke Bappas (Balai Pemasyarakatan), dan kita masih terus melakukan pendalaman, kita tidak menutup kemungkinan jika ada pelaku lainnya jika ditemukan bukti-bukti baru,”  pungkasnya.(*/)

Penulis: Riski

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

TERBARU

- Advertisement -